
Kepribadian orang dibesarkan orang tua yang bepergian menurut Psikologi
JawaPos.com – Orang tua yang sering bepergian tanpa anaknya, baik karena tuntutan pekerjaan atau alasan pribadi, dapat meninggalkan dampak mendalam pada perkembangan kepribadian anak.
Ketidakhadiran orang tua di rumah menciptakan pengalaman emosional yang unik, yang kerap membentuk karakter anak dalam menghadapi dunia. Menurut psikologi, anak-anak yang sering ditinggal bepergian oleh orang tuanya cenderung memiliki sifat kepribadian tertentu.
Dilansir dari geediting.com pada Jumat (3/1), diterangkan bahwa terdapat delapan sifat kepribadian yang dimiliki orang yang dibesarkan oleh orang tua sering bepergian meninggalkannya menurut Psikologi.
1. Menumbuhkan jiwa mandiri
Tumbuh dalam lingkungan dengan orangtua yang jarang di rumah secara tidak langsung membentuk karakter mandiri yang kuat. Kemampuan untuk mengurus diri sendiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain menjadi nilai plus tersendiri.
Meskipun begitu, sifat terlalu mandiri ini terkadang membuat seseorang kesulitan untuk meminta bantuan ketika benar-benar membutuhkannya. Kemandirian yang terbentuk sejak kecil ini bisa menjadi pisau bermata dua: di satu sisi menguntungkan dalam pengembangan diri, namun di sisi lain bisa menghambat kemampuan berkolaborasi.
2. Mengasah daya kreatif
Ketidakhadiran orangtua mendorong anak untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara kreatif. Mereka terbiasa mencari solusi alternatif ketika menghadapi kendala, seperti saat listrik padam atau menghadapi situasi darurat lainnya.
Daya kreativitas ini terus terbawa hingga dewasa dan membuat mereka sering menjadi problem solver di lingkungan kerja maupun pertemanan. Namun perlu diingat bahwa terkadang sikap terlalu mengandalkan diri sendiri dalam memecahkan masalah bisa membuat mereka sulit mempercayai kemampuan orang lain.
3. Nyaman dengan kesendirian
Terbiasa menghabiskan waktu sendiri sejak kecil membentuk kemampuan untuk menikmati momen-momen soliter. Penelitian dalam British Journal of Psychology bahkan mengungkapkan bahwa individu yang nyaman dengan kesendirian cenderung lebih kreatif karena memiliki ruang dan ketenangan untuk berpikir secara mendalam.
Kondisi ini tidak berarti mereka anti-sosial, justru membantu mereka mengembangkan ide-ide inovatif. Kenyamanan dalam kesendirian ini menjadi kekuatan tersendiri di tengah dunia yang terus-menerus menuntut konektivitas.
4. Disiplin yang tertanam kuat
Tanpa pengawasan orangtua, mereka belajar untuk menetapkan aturan dan batasan sendiri. Kedisiplinan ini terbentuk karena kebutuhan untuk mengatur jadwal dan rutinitas secara mandiri.
Kemampuan manajemen diri yang kuat ini sangat bermanfaat dalam kehidupan profesional dan pencapaian tujuan pribadi. Namun, terkadang disiplin yang terlalu ketat bisa berubah menjadi tekanan berlebihan pada diri sendiri.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
