
Ilustrasi orang yang sedang marah. (Pexels)
JawaPos.com – Kemarahan sering dianggap negatif dibandingkan emosi positif seperti kebahagiaan dan harapan.
Sebagian karena faktor sosial, budaya, dan agama, serta dampaknya yang merusak seperti agresi dan kekerasan. Banyak yang beranggapan bahwa kita akan lebih baik tanpa kemarahan.
Namun, semakin banyak ilmuwan, termasuk psikolog dan profesional kesehatan mental yang mulai melihat pentingnya kemarahan sebagai emosi.
Dikutip dari goodtherapy.org, berikut ini beberapa alasan mengapa marah itu baik bagi kesehatan mental dan fisik, sebab tidak selalu bermakna negatif.
Emosi berkembang sebagai mekanisme menjaga keselamatan kita. Salah satunya adalah respons melawan yang muncul dari kemarahan, sebuah emosi yang berevolusi dalam membantu kita mempertahankan diri dari ancaman atau bahaya.
Kemarahan berakar dalam kebutuhan dasar kita untuk bertahan hidup dan melindungi diri dari agresi. Emosi ini membuat kita menjadi lebih waspada terhadap potensi ancaman, sekaligus meningkatkan fokus kita.
Saat dihadapkan pada ancaman atau serangan dari predator, kemarahan secara otomatis akan muncul, mendorong kita guna melawan dan mengambil tindakan cepat serta tegas demi melindungi diri.
Ketika kamu marah, maka kamu tidak hanya merasakan rasa sakit secara fisik tetapi juga emosional. Ketegangan fisik dan emosional ini memicu kemarahan yang kemudian mendorong dirimu untuk melakukan sesuatu.
Dalam hal ini, kemarahan berfungsi untuk membantumu mengatasi stres dengan cara melepaskan ketegangan dalam tubuh, sehingga menenangkan sarafmu. Inilah sebabnya mengapa setelah marah, kamu sering merasa lebih tenang karena proses pelepasan ketegangan tersebut.
Kemarahan berhubungan dengan kebutuhan mendalam untuk memiliki kendali. Emosi ini melindungi apa yang kita anggap sebagai milik kita, membantu kita merasa mengendalikan situasi daripada merasa tak berdaya.
Tujuan kemarahan adalah guna menciptakan kerugian atau menghalangi keuntungan bagi orang lain demi meningkatkan kesejahteraan kita.
Mereka yang dapat merasakan dan mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara yang tepat berada dalam posisi yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mengendalikan takdir mereka, dibandingkan dengan mereka yang menekan kemarahan.
Namun, kamu perlu tetap berhati-hati agar kita tidak terjebak dalam perasaan berkuasa yang mungkin ditimbulkan oleh kemarahan.
Kemarahan sering muncul saat kita merasa ada yang salah atau tidak berjalan sesuai harapan. Ketika sesuatu perlu diubah atau diperbaiki, kemarahan mendorong kita dalam bertindak dan mencari solusi atas masalah yang kita hadapi.
Emosi ini biasanya muncul saat kita dihadapkan pada hambatan atau orang yang menghalangi pemenuhan kebutuhan kita.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
