
Ilustrasi delapan ciri umum yang dimiliki orang-orang yang kesulitan memaafkan diri sendiri menurut psikologi.
JawaPos.com - Pengampunan seringkali dibicarakan dalam konteks memaafkan orang lain, lalu bagaimana dengan memaafkan diri sendiri? Ini adalah medan yang sulit, penuh dengan rasa bersalah, penyesalan, dan terkadang kebencian terhadap diri sendiri.
Psikologi memberi tahu bahwa memaafkan diri sendiri tidak hanya bersifat terapeutik tetapi juga penting untuk kesehatan mental. Namun, sebagian dari kita merasa sangat sulit untuk melupakan kesalahan kita sendiri.
Dilansir dari Geediting, terdapat delapan ciri umum yang dimiliki orang-orang yang kesulitan memaafkan diri sendiri menurut psikologi.
Memahami sifat-sifat ini dapat membuat siapa saja melakukan perjalanan menuju kasih sayang terhadap diri sendiri dan akhirnya memaafkan diri sendiri.
1. Terlalu kritis terhadap kesalahan sendiri
Dalam dunia pengampunan diri, kritik batin memainkan peran penting. Orang yang berjuang untuk memaafkan diri sendiri seringkali memiliki suara yang terlalu kritis dalam benaknya. Suara ini cepat membesar-besarkan setiap kesalahan kecil dan mengubahnya menjadi kegagalan pribadi yang besar.
Mereka menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan dan memutar ulang skenario itu berulang-ulang dalam pikiran mereka. Itu seperti kaset rusak yang berisi rasa bersalah, penyesalan, dan menyalahkan diri sendiri.
Kita semua pernah melakukannya. Kesalahan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Namun, bagi orang-orang ini, setiap kesalahan terasa seperti dakwaan pribadi atau pukulan telak bagi harga diri mereka.
2. Tingkat perfeksionisme yang tinggi
Perfeksionisme adalah konsep psikologis yang mengacu pada penetapan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri. Ini memainkan peran utama dalam memaafkan diri sendiri, atau lebih tepatnya, kurangnya memaafkan diri sendiri.
Orang yang perfeksionis tidak pernah puas dengan 'cukup baik'. Mereka selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, yang seringkali dengan mengorbankan kesehatan mental mereka. Masalah muncul saat mereka gagal memenuhi standar yang tidak realistis ini.
Saat itulah rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri muncul. Mereka mencaci diri sendiri karena tidak 'sempurna', meskipun harapannya tidak dapat dicapai sejak awal. Perfeksionisme bisa menjadi pedang bermata dua.
Meskipun dapat mendorong orang untuk mencapai hal-hal hebat, hal itu juga dapat menyebabkan kritik diri dan kesulitan memaafkan diri sendiri ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana.
3. Sulit untuk berbelas kasih pada diri sendiri
Orang yang sulit memaafkan diri sendiri sering kali kesulitan untuk berbelas kasih kepada diri sendiri. Mereka merasa sulit untuk bersikap baik dan pengertian terhadap diri sendiri saat mereka gagal atau gagal.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
