
Ilustrasi orang dewasa yang manja (cookie_studio/freepik.com)
JawaPos.com - Dari sudut pandang psikologis, Dr. Denitrea Vaughan mendefinisikan sifat manja sebagai sebuah karakteristik perilaku yang ditandai dengan egoisme dan ketidakdewasaan. Pola asuh yang kurang konsisten dalam memberikan batasan pada anak bisa menjadi pemicu utama munculnya sifat tersebut.
Meskipun berasal dari niat baik, pola asuh tersebut justru dapat menghambat perkembangan emosional anak dan berdampak negatif pada kehidupan mereka di masa depan.
Mengutip parade.com, berikut ini beberapa ciri orang yang dimanja saat kecil hingga berpengaruh besar ketika dewasa.
1. Ketergantungan terhadap orang lain
Kebiasaan memanjakan anak mampu menghambat pertumbuhan kemandirian mereka dan tentunya ini berdampak buruk. Anak-anak yang terlalu dimanjakan cenderung sangat bergantung pada orang lain guna memenuhi kebutuhan emosional dan praktis sehari-hari.
Akibatnya, mereka merasa sering kesulitan mengembangkan kepercayaan diri yang kuat dan kemampuan mengambil keputusan sendiri. Dr. Hafeez menjelaskan bahwa kemandirian dan kepercayaan diri biasanya terbentuk lewat pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan, membuat pilihan, dan memecahkan masalah.
2. Egois
Walaupun ini terdengar begitu kasar, namun tindakan tersebut mencerminkan sifat umum anak-anak yang dulu dimanjakan. Anak-anak yang tumbuh dengan perhatian berlebihan cenderung lebih fokus pada kepentingan mereka sendiri dan kurang mempertimbangkan perasaan atau pilihan orang lain.
Patel menjelaskan bahwa perilaku ini adalah karakteristik yang sering muncul pada anak-anak yang tidak terbiasa mempertimbangkan dampak tindakan mereka terhadap orang lain, sehingga mereka cenderung menjadi orang dewasa yang kurang empatik.
3. Kurangnya empati
Salah satu dampak jangka panjang dari memanjakan anak, yakni kesulitan dalam berkomunikasi dan berempati. Saat anak-anak terlalu terbiasa memperoleh apa yang mereka harapkan tanpa harus bernegosiasi atau berkompromi, mereka cenderung mengembangkan sikap egois.
Seperti yang dipaparkan oleh Dr. Vaughan, bahwa kurangnya pengalaman dalam menghadapi masalah dan perbedaan pendapat membuat mereka kesulitan dalam memahami perspektif orang lain. Akibatnya, mereka mungkin mengalami kesusahan guna membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
4. Keterampilan komunikasi yang buruk
Perasaan menjadi pusat perhatian sejak kecil dapat membuat anak-anak sulit menerima penolakan atau kritik. Mereka mungkin merasa bahwa mereka berhak atas segala sesuatu dan tidak perlu bertanggung jawab atas tindakan mereka. Hal ini bisa mengakibatkan mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang narsistik dan manipulatif.
Dr. Vaughan menerangkan bahwa anak-anak yang tidak diajarkan untuk berkomunikasi dengan sopan dan santun cenderung memakai kata-kata sebagai senjata untuk menyakiti orang lain. Dengan kata lain, memanjakan anak bisa menghambat perkembangan moral dan etika mereka.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
