
Ilustrasi seseorang yang meletakkan kepalanya di meja yang berantakan (wayhomestudio/freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa sulit sekali menghilangkan kebiasaan buruk, meski sudah berulang kali mencobanya?
Ditambah juga, kebiasaan buruk seolah lebih mudah kembali ketika Anda sudah berusaha membangun kebiasaan yang lebih baik.
Fenomena ini bukan alasan, dengan pendekatan psikologis, mari mengetahui lebih lanjut tentang alasan di baliknya.
Melansir dari Comentra, Anda perlu memahami lingkaran kebiasaan. Lingkaran tersebut memuat tiga bagian, antaranya pemicu, perilaku dan imbalan.
Dalam lingkaran kebiasaan, pemicu dan imbalan memiliki sifat saling berkaitan dan mendorong perilaku untuk mendapatkan sebuah imbalan.
Sebagai bagian dari imbalan, kita biasanya mendapatkan dorongan dopamin dari otak untuk merasa senang.
Nah, dopamin ini dilepaskan ketika kita menikmati sesuatu, seperti makanan yang kita sukai, melakukan hobi, juga aktivitas menyenangkan lainnya.
Imbalan rasa senang yang kuat tersebut menggerakkan diri kita untuk melakukan sebuah perilaku. Inilah mengapa kebiasaan buruk terasa begitu mudah dilakukan.
Yang perlu digaris bawahi adalah semakin sering kita mendapatkan dopamin, semakin besar kemungkinan kita untuk terus mengulangi kebiasaan yang memberikan imbalan tersebut.
Dengan kebiasaan buruk, imbalan dopamin akan datang secara instan. Berbeda dengan kebiasaan buruk yang dorongan dopaminnya lebih sedikit, karena tidak memberikan kesenangan yang sama.
Adapun faktor lain yang dapat Anda ketahui untuk menjelaskan mengapa kebiasan buruk mudah dilakukan kembali. Berikut beberapa poinnya dilansir dari Success.
Pola Otak yang Terbentuk
Semakin sering suatu kebiasaan dilakukan, semakin kuat jalur saraf otak yang terkait dengan kebiasaan tersebut.
Maka, ketika Anda sering melakukan kebiasaan buruk, jalur saraf tersebut berarti sangat mudah untuk diakses.
Sehingga, otak Anda akan lebih mudah mengulang pola kebiasaan buruk tersebut secara otomatis ketimbang kebiasaan baik yang jarang dilakukan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
