
ilustrasi ibu dan anak sedang membaca buku bersama. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Kemampuan membaca merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak, yang sangat memengaruhi proses belajarnya.
Memasuki usia 7 tahun dan anak belum bisa membaca seringkali menimbulkan kecemasan bagi orang tua.
Oleh karena itu, memahami tahapan perkembangan membaca sangatlah penting agar orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat tanpa perlu panik.
Menurut Kids Health yang dikutip dari artikel Halodoc, ada beberapa tahapan perkembangan membaca yang biasanya dilalui oleh anak.
Namun, setiap anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda, sehingga tahapan ini tidak bisa dijadikan patokan pasti.
Pada usia 1–3 tahun, anak mulai mengenal gambar dalam buku dan menyebutkan objek yang ada di dalamnya. Di usia ini, anak lebih banyak belajar melalui pengenalan gambar dan mendengarkan bacaan orang tua.
Selanjutnya, pada usia 4–5 tahun, anak mulai mengenal huruf dan suku kata, sehingga mereka mulai dapat membaca kata-kata sederhana.
Kemudian di usia 6–7 tahun, anak-anak sudah mulai bisa membaca kalimat sederhana dan mulai mengoreksi kesalahan saat membaca. Pada usia ini, pemahaman mereka terhadap cerita dan hubungan antara kata dan gambar semakin berkembang.
Dengan begitu, ketika memasuki usia 7 tahun, seharusnya anak-anak sudah mulai dapat membaca dan memahami bacaan dengan lebih baik.
Bahkan, menurut Halodoc pada usia 9–13 tahun, kemampuan membaca mereka akan semakin matang, dan sudah dapat memilih jenis bacaan sesuai dengan minatnya, seperti komik atau novel.
Namun, bagaimana jika anak masih belum bisa membaca di usia 7 tahun? Seperti
baru-baru ini yang menjadi perbincangan hangat di media sosial X.
Salah satunya datang dari akun @tanyarlfes yang mengunggah ulang tangkapan layar video TikTok dengan caption, "Riweh banget karena anak aku 7 tahun belum bisa baca sampe gurunya minta buat aku daftarin dia les. Sepenting itu kah bisa baca?" Unggahan ini memicu berbagai pendapat di kalangan orang tua dan pengikutnya.
Lalu, sepenting apakah untuk anak mampu membaca? Dikutip dari Readingeggs, anak-anak yang mulai belajar membaca sejak dini akan memperoleh banyak keuntungan, seperti pengetahuan yang lebih luas, kosakata yang lebih banyak, serta peningkatan rentang perhatian dan fokus.
Hal ini terbukti pada penelitian yang dilakukani Institut Pendidikan, Universitas London dalam artikel Readingegss, menunjukkan bahwa anak yang sering membaca pada usia 10 tahun cenderung meraih prestasi lebih baik dalam ujian.
Bahkan, anak yang membaca sejak dini memiliki keuntungan dalam kosakata sebanyak 14.4%, pemahaman matematika 9.9% dan kemampuan mengeja sebesar 8.6%.
