Ilustrasi ibu yang sedang merasa bersalah. (freepik.com/freepik)
JawaPos.com - Ibu adalah seorang yang telah mengandung, melahirkan, dan membesarkan kita hingga saat ini. Tanpa ada mereka, kita tidak mungkin hadir di dunia ini untuk menjadi manusia seutuhnya.
Mengutip dari laman ITS, budaya patriarki juga menekankan bahwa ibu memiliki tugas lebih dari sekedar itu. Mereka harus mengerjakan membersihkan rumah dan memasak, tentunya aturan masyarakat ini menjadi tekanan tersendiri bagi mereka.
Terlebih jika ada kesalahan dalam pengasuhan atau perawatan anak, ibu selalu menjadi sosok pertama yang disalahkan. Padahal ayah juga memiliki peranan penting pada hal ini.
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada (20/01), inilah 8 fakta tentang rasa bersalah seorang ibu yang perlu dipahami oleh dirinya sendiri :
1. Rasa bersalah ibu sering kali muncul dari diri sendiri
Tiba-tiba, para ibu tenggelam dalam rasa bersalah atas sesuatu yang sepele seperti membiarkan anak makan kue tambahan atau melewatkan cerita pengantar tidur karena mereka terlalu lelah.
Tapi inilah masalahnya, sering kali, kitalah yang membuat diri sendiri merasa bersalah. Kita menetapkan ekspektasi setinggi langit ini untuk diri sendiri dan kemudian menyalahkan diri sendiri ketika gagal memenuhinya.
Ini adalah lingkaran setan. Tapi langkah pertama untuk melepaskan diri dari hal tersebut adalah dengan menyadari bahwa kitalah yang memegang kendali dengan segala keterbatasan ini.
2. Kesempurnaan adalah mitos
Kita semua mengalami hari-hari buruk dan tak dipungkiri bisa membuat kesalahan. Hal ini tidak menjadikan kita ibu yang buruk, tapi menjadikan kita manusia. Jadi, hilangkan gagasan untuk menjadi ibu sempurna dan fokuslah untuk hadir, dan disitulah letak kebahagiaan sejati.
3. Rasa bersalah yang secara wajar bisa bermanfaat
Percaya atau tidak, rasa bersalah tidak selalu berarti buruk. Faktanya, para psikolog berpendapat bahwa tingkat rasa bersalah yang moderat sebenarnya dapat mengindikasikan pola asuh yang baik.
Ini berarti kamu berinvestasi dan sangat peduli terhadap kesejahteraan anak. Saat rasa bersalah ini menjadi berlebihan atau tidak didasarkan pada sesuatu yang konkret, saat itulah rasa bersalah itu berubah menjadi racun.
4. Perjalanan setiap orang berbeda

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
