
Jiaozi, makanan wajib yang dapat membawa keberuntungan saat Imlek. (Pexels)
JawaPos.Com – Sebentar lagi, perayaan Imlek atau Tahun Baru China akan segera dirayakan. Banyak sekali hidangan yang biasa disajikan saat perayaan Imlek. Tentunya, setiap hidangan dalam perayaan Imlek memiliki makna filosfisnya masing-masing.
Ada beberapa makanan dalam Imlek yang dipercaya membawa hoki dan keberuntungan. Dilansir dari China Highlights, Selasa (21/1), berikut adalah 12 makanan yang dipercaya membawa keberuntungan saat perayaan Imlek. Apa sajakah makanan-makanan itu?
1. Ikan
Dalam tradisi Tionghoa, Ikan dipercaya dapat membawa kemakmuran. Sebab, ikan dalam Bahasa Mandarin memiliki kata yang berdekatan dengan arti 'kelebihan'. Sehingga, menyajikan ikan saat Imlek berarti kita juga ikut memberikan harapan akan kemakmuran dan keberlimpahan di tahun yang akan datang.
Saat perayaan Imlek, ikan sering disajikan sebagai hidangan penutup dengan sisa yang cukup banyak, atau juga dengan kepala dan ekor yang tidak dimakan sampai awal tahun. Hal itu bertujuan untuk memberikan harapan akan keberlimpahan yang berlanjut sepanjang tahun.
2. Jiaozi
Jiaozi merupakan pangsit khas China yang terbuat lembaran tepung terigu dan diisi dengan daging cincang serta sayuran. Hidangan ini sudah ada di Tiongkok sejak 1.800 tahun yang lalu dan dipercaya sebagai makanan pembawa keberuntungan. Hal itulah yang membuat hidangan satu ini selalu ada setiap perayaan Tahun Baru Imlek.
Hidangan ini memiliki bentuk seperti batang perak, sehingga dipercaya dapat membawa kemakmuran dan keberuntungan di tahun mendatang. Semakin banyak jiazi yang dikonsumsi, semakin banyak rejeki yang didapat.
3. Satu Ekor Ayam
Ayam dalam budaya Tionghoa dipercaya sebagai pembawa keberuntungan dan kemakmuran. Hal itu karena kata 'ayam' dalam Bahasa Mandarin memiliki makna yang mirip dengan kata 'keberuntungan' serta 'kemakmuran'. Oleh karena itu, ayam utuh menjadi hidangan wajib saat Tahun Baru Imlek dengan harapan agar kesejahteraan akan hadir bagi seluruh keluarga.
Selain itu, kepala dan kaki ayam juga memiliki makna filosofis yang mencerminkan persatuan, keutuhan, serta harapan akan awal hingga akhir tahun yang baik. Tradisi ini juga sebagai penghormatan bagi leluhur dan dewa-dewa, sebab ayam utuh juga bermakna sebagai permohonan untuk meminta berkah dan perlindungan. Tidak hanya itu, kaki ayam juga dimakan oleh pencari nafkah dalam keluarga karena dipercaya dapat membantu meraih kesuksesan dalam usaha.
4. Kue Keranjang
Kue keranjang atau dalam Bahasa Mandarin disebut 'niangao' merupakan kue yang terbuat dari beras ketan lengket menyerupai dodol. Makanan satu ini juga dipercaya dapat membawa keberuntungan saat Imlek, sebab kata 'niangao' dalam Bahasa Mandarin memiliki persamaan makna dengan ungkapan “semakin tinggi tahun demi tahun”.
Hal ini membuat masyarakat Tionghoa percaya jika kue keranjang dapat membawa kemajuan dan kemakmuran yang terus meningkat setiap tahun.
5. Lumpia

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
