Ilustrasi orang mengeluhkan waktu. (Freepik)
JawaPos.com - Januari sering kali dianggap sebagai bulan yang terasa tak berujung, bahkan menjadi bahan lelucon di media sosial. Padahal, secara logis, bulan ini tidak lebih panjang daripada bulan lain yang juga memiliki 31 hari, seperti Maret, Mei, Juli, atau Agustus. Jadi, mengapa Januari terasa begitu lama?
Mengutip Newstatesman pada Rabu (22/1), persepsi waktu sebenarnya bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor emosional, biologis, dan sosial. Salah satu alasan utama adalah karena Januari datang setelah Desember, bulan yang dipenuhi kesibukan dan kesenangan seperti liburan Natal dan Tahun Baru.
Menurut Zhenguang Cai, peneliti dari University College London (UCL), transisi dari Desember yang menyenangkan ke Januari yang kembali ke rutinitas dapat menimbulkan kebosanan. Kebosanan ini membuat waktu terasa berjalan lebih lambat dibandingkan saat kita sibuk dengan aktivitas menyenangkan.
Faktor biologis juga turut memengaruhi. Neurotransmitter seperti dopamin, yang berperan dalam motivasi dan kesenangan, mempercepat “jam internal” kita sehingga waktu terasa lebih cepat berlalu.
Sebaliknya, di bulan Januari, banyak orang mengalami penurunan kadar dopamin karena minimnya aktivitas menyenangkan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya sinar matahari, terutama di musim dingin atau hujan, yang membuat suasana terasa lebih suram.
Profesor David Whitmore dari UCL menambahkan bahwa meskipun durasi siang hari mulai bertambah setelah titik balik matahari di Desember, kurangnya cahaya alami membuat hari terasa lebih pendek. Hal ini secara psikologis berkontribusi pada persepsi bahwa Januari berjalan lambat.
Selain itu, memori juga memainkan peran penting. Sebuah studi pada 2010 menemukan bahwa orang cenderung merasa waktu berjalan lebih lambat saat melakukan aktivitas yang membosankan atau tidak menyenangkan. Dengan rutinitas sehari-hari di Januari yang cenderung monoton, tidak ada banyak momen yang membekas, sehingga waktu terasa lebih panjang.
Kesadaran kolektif bahwa "Januari adalah bulan panjang" juga memperkuat persepsi ini. Semakin kita memikirkannya, semakin lambat waktu terasa berlalu.
Untuk mengatasi hal ini, para ahli menyarankan agar kita menambahkan lebih banyak kesenangan dalam rutinitas, seperti mencoba hobi baru, bepergian, atau berkumpul dengan orang terdekat. Dengan begitu, Januari bisa terasa lebih singkat dan menyenangkan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
