
Ilustrasi pasangan bertengkar (cookie_studio/freepik.com)
JawaPos.com - Dalam pernikahan, pertengkaran adalah hal yang wajar, meski tingkat intensitasnya tergantung pada pasangan.
Masalah seperti keuangan, anak, dan keluarga sering memicu stres dan pertengkaran. Dalam situasi ini, mudah lupa bahwa keduanya menghadapi masalah yang sama. Pasangan seharusnya saling mendukung, bukan saling menyalahkan.
Ketegangan dapat memicu konflik, tetapi seberapa sering bertengkar bukan penentu kualitas hubungan. Namun, kamu perlu berupaya berdebat dengan adil, penuh hormat, dan bagaimana kamu menyelesaikan masalah bersama.
Merangkum marriage.com, berikut beberapa alasan munculnya pertengkaran dalam sebuah pernikahan yang perlu diwaspadai.
1. Berbohong
Salah satu penyebab pertengkaran pada pernikahan adalah kebohongan, baik itu kebohongan kecil guna menjaga perasaan atau ketidakjujuran besar yang mempengaruhi rumah tangga, seperti mengaku lembur padahal membelanjakan uang dengan sembrono. Ketidakjujuran seperti ini menampakkan sikap egois dan kurangnya rasa hormat terhadap hubungan.
Pasangan yang sering bertengkar karena kebohongan hanya bisa berhasil apabila salah satu pihak menyadari kesalahannya dan berusaha berubah. Akan tetapi, membangun kembali kepercayaan bisa sulit, dan kamu harus mempertimbangkan apakah hubungan tersebut layak untuk terus dipertahankan mengingat potensi masalah yang mungkin muncul kembali.
2. Kecemburuan
Masalah dalam hubungan biasanya berawal dari rasa tidak aman, namun bisa juga sebab kurangnya rasa hormat. Misalnya, jika pasanganmu menggoda orang lain atau berbicara dengan semua tamu kecuali dirimu, itu bisa memicu kecemburuan dan pertengkaran. Jika pasanganmu punya riwayat perselingkuhan, ini menjadi masalah serius yang perlu diatasi dan bisa berakhir dengan perpisahan.
Namun, apabila pasanganmu hanya suka bergaul, itu mungkin hanya bagian dari kepribadian mereka dan tidak perlu dikhawatirkan. Diskusi dapat membantu menenangkan situasi, terutama jika mereka tidak pernah selingkuh. Sebaliknya, apabila kecemburuan berlebihan dan berujung pada kontrol berlebihan, itu menjadi hubungan yang tidak sehat dan beracun yang sebaiknya diakhiri.
3. Kurangnya komitmen
Pertengkaran dalam pernikahan sering kali muncul ketika salah satu pasangan lebih mengutamakan pekerjaan, minat, hobi, atau teman-teman mereka, sehingga kurang memberikan perhatian pada hubungan.
Apabila ini menjadi penyebab utama pertengkaran, hubungan bisa terancam rusak, bahkan sampai kamu merasa tidak ada alasan guna melanjutkan bersama. Hal ini terutama berlaku jika pasangan tidak bersedia meluangkan waktu untukmu. Apabila situasi ini berlanjut, maka hidup tanpa mereka bisa terasa lebih mudah.
4. Adaptasi dengan perbedaan gaya hidup
Salah satu pertengkaran umum pada pernikahan sering berhubungan dengan perbedaan gaya hidup, seperti satu pasangan yang lebih suka di rumah dan yang lainnya suka bersosialisasi. Walau masalah ini bisa tampak kecil saat berpacaran, lama-kelamaan perbedaan ini dapat menimbulkan konflik, terutama jika pasanganmu terus keluar malam sementara kamu sudah siap tidur.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
