
Pria yang Tidak Menjalin Hubungan Dekat dengan Ayahnya Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa
JawaPos.com - Pernahkah kamu bertemu dengan pria yang tampak kesulitan mengendalikan emosinya, selalu mencari pengakuan, atau justru memendam perasaannya? Bisa jadi, ini ada hubungannya dengan pengalaman masa kecilnya.
Hubungan anak dan ayah punya peran besar dalam membentuk kepribadian seseorang, terutama bagi anak laki-laki. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pria yang tidak dekat dengan ayah saat kecil cenderung mengalami dampak psikologis tertentu saat dewasa.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (30/1) berikut adalah 8 perilaku umum yang sering terlihat pada pria yang mengalami dampak fatherless:
1. Kesulitan Mengontrol Emosi
Pria yang tumbuh tanpa hubungan emosional dengan ayahnya sering mengalami kesulitan memahami emosinya sendiri, apalagi emosi orang lain. Mereka tidak terbiasa mengekspresikan perasaan dengan sehat, sehingga emosi yang seharusnya dikelola dengan baik justru meledak dalam bentuk amarah atau malah ditekan dalam-dalam.
Bisa dibilang, mereka seperti mencoba membaca peta dalam bahasa yang tidak mereka mengerti. Namun, ini bukan sesuatu yang tidak bisa diubah. Menyadari akar permasalahan adalah langkah awal untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik.
2. Kesulitan Berinteraksi dengan Figur Laki-laki yang Memegang Otoritas
Pria yang tidak dekat dengan ayah biasanya tumbuh tanpa contoh bagaimana berinteraksi dengan figur laki-laki yang memiliki otoritas, seperti bos di tempat kerja atau mentor di lingkungan profesional.
Hal ini bisa terjadi karena ayah yang seharusnya menjadi contoh dalam membangun hubungan dengan figur otoritas tidak hadir atau tidak memiliki hubungan yang dekat dengan anaknya. Akibatnya, mereka bisa merasa canggung, defensif, atau bahkan menaruh perasaan tidak nyaman ketika harus berhadapan dengan laki-laki yang memiliki posisi lebih tinggi.
3. Mengejar Pengakuan Terus-Menerus
Beberapa pria yang tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya sering kali merasa perlu membuktikan diri di hadapan orang lain. Mereka bisa menjadi workaholic, gila perhatian, atau selalu berusaha membuat orang lain terkesan.
Hal ini bisa dilacak ke dalam psikologi evolusi. Sejak zaman dulu, nenek moyang kita harus mendapatkan validasi dari kelompoknya untuk bertahan hidup. Namun, bagi pria yang mengalami dampak fatherless, dorongan ini bisa menjadi lebih kuat karena mereka tidak mendapatkan pengakuan dan validasi dari figur ayah saat masih kecil.
4. Selalu Harus Berlagak Kuat
Sejak kecil, mereka mungkin tidak memiliki ruang aman untuk menunjukkan perasaan atau meminta bantuan tanpa takut dihakimi. Ayah yang seharusnya menjadi tempat berlindung malah tidak hadir dalam kehidupan mereka.
Akibatnya, mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa menunjukkan kelemahan adalah sesuatu yang harus dihindari. Ini membuat mereka selalu ingin terlihat kuat, mandiri, dan tidak membutuhkan siapa pun. Padahal, di balik itu semua, ada ketakutan besar untuk terlihat rentan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
