
Ilustrasi anak menangis. (freepik.com)
JawaPos.com - Tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal pada anak-anak. Meskipun demikian, apabila anak mengalami kesulitan dalam mengatur emosinya, sangat penting untuk memahami apa yang menjadi penyebabnya dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Dengan dukungan dan pemahaman yang tepat, anak-anak dapat belajar cara mengelola perasaan mereka dengan lebih efektif, sehingga mereka bisa menghadapi situasi emosional dengan cara yang lebih sehat di masa depan. Mengutip childmind.org, berikut ini berbagai penyebab yang membuat anak menjadi tantrum dan perlu diperhatikan supaya dapat ditangani secara baik.
1. ADHD
Sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh Amy Roy, PhD, dari Universitas Fordham, menemukan bahwa lebih dari 75 persen anak yang sering mengalami ledakan amarah yang parah juga memenuhi kriteria untuk ADHD. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa anak-anak tersebut sudah didiagnosis dengan ADHD sebab gangguan ini bahkan bisa terabaikan pada anak-anak yang memiliki riwayat perilaku agresif.
Vasco Lopes, PsyD, seorang psikolog klinis, menjelaskan bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa gejala-gejala seperti kesulitan dalam fokus, ketidakmampuan menyelesaikan tugas, dan intoleransi terhadap kebosanan, dapat berkontribusi pada peningkatan ledakan emosi. Oleh sebab itu, sangat penting guna memahami penyebab yang mendasari perilaku tersebut.
2. Kecemasan
Kecemasan juga merupakan faktor penyebab utama lainnya. Meskipun anak-anak mungkin tidak mengalami gangguan kecemasan yang parah, mereka bisa tetap bereaksi berlebihan terhadap situasi yang menyebabkan kecemasan dan menjadi marah saat merasa stres.
Anak-anak yang memiliki gangguan belajar yang belum terdiagnosis, atau yang telah mengalami trauma atau pengabaian, seringkali bereaksi dengan cara ini saat mereka dihadapkan pada situasi yang menimbulkan rasa tidak nyaman atau menyakitkan. Reaksi ini bisa jadi cara mereka mengatasi perasaan yang sulit dihadapi atau dipahami.
3. Masalah belajar
Jika anakmu sering memperlihatkan perilaku buruk yang berulang di sekolah atau saat mengerjakan pekerjaan rumah, ada kemungkinan mereka memiliki gangguan belajar yang belum terdiagnosis. Sebagai contoh, mereka mungkin mengalami kesusahan besar dengan matematika, dan soal-soal matematika mampu membuat mereka merasa sangat frustrasi dan cepat marah.
Daripada meminta bantuan, mereka mungkin merobek tugas atau mencoba mengalihkan perhatian dengan berbicara atau bekerja sama dengan teman lain, demi menghindari masalah yang sebenarnya mereka hadapi. Sikap ini bisa menjadi cara mereka menghindari perasaan tertekan atau merasa tidak mampu dalam menyelesaikan tugas tersebut.
4. Depresi dan mudah tersinggung
Depresi dan sifat mudah tersinggung juga dapat terjadi pada sebagian kecil anak-anak yang sering mengalami amukan. Sebuah gangguan baru yang dikenal dengan gangguan disregulasi suasana hati yang mengganggu (DMDD) menggambarkan anak-anak yang sering marah dengan perasaan mudah tersinggung yang bersifat kronis.
Dr. Lopes menerangkan bahwa, "Anak-anak yang sangat mudah tersinggung seperti air yang mendidih pada suhu 90° selalu siap meledak." Orang tua dari anak-anak ini cenderung selalu berhati-hati, karena anak-anak tersebut sering merespons hal-hal kecil atau perubahan kecil yang tidak sesuai dengan keinginan mereka dengan cara yang berlebihan.
5. Autisme

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
