
Ilustrasi orang-orang yang update status di media sosial (Freepik)
JawaPos.com - Di zaman sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang.
Lewat platform seperti Instagram, X (sebelumnya Twitter), dan TikTok, orang bisa berbagi momen, berkomunikasi, hingga mengekspresikan diri.
Akan tetapi, tidak semua pengguna aktif dalam hal membagikan postingan atau berkomentar. Ada kelompok yang lebih memilih untuk diam dan hanya mengamati tanpa banyak interaksi.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan, apa alasan mereka memilih untuk tidak aktif memposting?
Menurut penelitian dari Small Business Bonfire, orang-orang yang jarang mengunggah konten cenderung lebih fokus pada mengamati dibandingkan mencari validasi sosial.
"Mereka yang jarang posting cenderung lebih fokus pada observasi daripada validasi sosial. Ini adalah bentuk kematangan emosional," ungkap studi tersebut.
Data internal juga menunjukkan bahwa sekitar 30 persen pengguna media sosial adalah ‘silent observer’ atau pengamat pasif.
Sementara itu, studi dari Personal Branding Blog mengungkapkan bahwa 65 persen pengguna yang menjaga akun media sosial mereka tetap privat merasa lebih nyaman berinteraksi langsung secara tatap muka dibandingkan melalui dunia maya.
Hal ini membantah anggapan bahwa seseorang harus aktif di media sosial agar dianggap populer atau memiliki kehidupan sosial yang sukses.
Kebiasaan jarang memposting ini berkaitan erat dengan kepribadian dan cara seseorang memandang interaksi digital. Dengan memahami pola ini, kita bisa melihat bahwa setiap orang memiliki pendekatan berbeda dalam menggunakan media sosial.
Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang karakteristik unik orang-orang yang lebih memilih diam di media sosial, Rabu (5/2).
1. Menjaga Privasi dengan Bijak
Bagi mereka yang jarang memposting, menjaga privasi adalah hal yang utama. Ini bukan berarti mereka tertutup, tetapi lebih berhati-hati dalam membagikan kehidupan pribadi di dunia maya.
Mereka berpendapat bahwa tidak semua hal harus diketahui oleh publik. Selain itu, menjaga jarak dari eksposur media sosial juga membantu mereka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti gosip atau penyebaran informasi pribadi.
Dengan lebih sedikit berbagi di media sosial, mereka merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
