
Ilustrasi orang-orang yang langsung merasa klik dan terhubung satu sama lain
JawaPos.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang dan merasa langsung terhubung dengannya? Terkadang, perasaan ini muncul begitu saja, bahkan saat pertama kali bertemu dengan seseorang, baik itu rekan kerja atau bahkan seseorang yang baru Anda kenal.
Perasaan ‘klik’ tersebut sering kali terjadi tanpa alasan yang jelas, namun menurut penelitian psikologi, ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan fenomena ini. Apa saja alasan di balik perasaan tersebut?
Psikologi manusia menyatakan bahwa ikatan sosial bisa terbentuk dengan sangat cepat, bahkan hanya dalam beberapa detik pertama interaksi. Para peneliti menemukan bahwa faktor-faktor seperti keselarasan otak hingga kesamaan pengalaman hidup bisa menjadi penentu sejauh mana kita merasa terhubung dengan orang lain.
Fenomena ini bukanlah hal yang kebetulan atau hanya perasaan semata, melainkan ada faktor-faktor ilmiah yang mendasarinya. Penelitian mengenai hubungan interpersonal menunjukkan bahwa ketika dua orang merasa terhubung secara instan, hal tersebut lebih dari sekadar perasaan pribadi.
Dilansir dari Psychology Today, Kamis (6/2), berikut ini adalah lima alasan ilmiah yang dapat menjelaskan mengapa kita merasa ‘klik’ secara instan dengan seseorang.
1. Keselarasan Gelombang Otak (Neural Synchrony)
Penelitian dari Dartmouth College menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial dekat cenderung menunjukkan pola aktivitas otak yang mirip, terutama di bagian yang berperan dalam pemrosesan emosi dan perhatian selektif.
Jika dua orang memiliki cara berpikir dan memproses informasi yang mirip, mereka lebih mungkin merasa nyambung sejak awal.
Bahkan, penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang yang baru bertemu pun bisa mengalami ‘sinkronisasi otak’ yang memungkinkan mereka merasa nyaman satu sama lain dan ingin melanjutkan interaksi.
2. Bahasa yang Sama, Bukan Sekadar Kata-Kata
Kesamaan cara berbicara juga berpengaruh dalam menciptakan koneksi instan. Penelitian tentang Language Style Matching (LSM) mengungkapkan bahwa orang yang secara alami menyesuaikan gaya bahasa mereka dengan lawan bicara cenderung merasa lebih dekat, bahkan sejak pertemuan pertama.
Menariknya, studi tentang kencan kilat (speed dating) menunjukkan bahwa pasangan yang memiliki kesamaan dalam pola bahasa lebih cenderung tertarik satu sama lain. Ini bukan soal topik pembicaraan, tetapi bagaimana mereka menyusun kalimat dan menggunakan kata-kata kecil seperti ‘dan’, ‘itu’, atau ‘ke’.
3. Kesamaan Latar Belakang dan Nilai Hidup
Istilah ‘birds of a feather flock together’ yang berarti orang cenderung berkumpul dengan mereka yang memiliki kesamaan dalam latar belakang, nilai, atau kebiasaan bukan sekadar pepatah.
Secara naluriah, manusia lebih cenderung merasa nyaman dengan mereka yang memiliki nilai hidup yang mirip. Bisa dari segi usia, pendidikan, budaya, atau bahkan kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
