Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 14.54 WIB

Sering Terbangun di Tengah Malam, Gangguan Tidur atau Kebiasaan Hidup yang Buruk? Simak Menurut Psikologi

Ilustrasi mengalami terbangun tengah malam (Pexels) - Image

Ilustrasi mengalami terbangun tengah malam (Pexels)

JawaPos – Pernahkah kamu terbangun di tengah malam, merasa segar dan sulit untuk kembali terlelap? Atau mungkin terbangun dengan jantung berdebar kencang, pikiran dipenuhi kekhawatiran?

Terbangun di tengah malam adalah masalah umum yang dialami banyak orang. Fenomena ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan tidur seperti insomnia, hingga kebiasaan hidup yang kurang sehat.

Dilansir dari laman resmi Halodoc.com, konsumsi kafein di sore hari, ketidaknyamanan pada ruang tidur, serta memiliki kondisi kesehatan tertentu adalah sebagian alasan kenapa orang sering terbangun pada malam hari.

Namun di era modern yang serba cepat ini, stres dan tekanan hidup semakin meningkat. Tak heran, jika banyak orang mengalami masalah tidur, termasuk terbangun di tengah malam. Dari sudut pandang psikologi, terbangun di tengah malam bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  1. Stres dan Cemas Berlebih

Mengalami stres dan cemas menjadi pemicu umum masalah tidur. Ketika mengalami stress membuat tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat mengganggu tidur kamu. Kecemasan ini juga dapat membuat pikiran terus berputar-putar dalam keadaan tidur, sehingga sulit untuk tidur nyenyak.

  1. Depresi

Depresi seringkali dikaitkan dengan masalah tidur, termasuk bangun di tengah malam. Timbulnya depresi menyebabkan perasaan sedih atau kehilangan minat pada aktivitas yang pernah dinikmati. Perubahan kimiawi yang berada di otak, terutama pada neurotransmitter yang mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan, hal ini berkaitan dengan depresi sehingga dapat mempengaruhi pola tidur.

  1. Kebiasaan yang Buruk

Melakukan konsumsi minuman kafein atau alkohol sebelum tidur sebab mengganggu siklus tidur, tidur terlalu larut dapat mengganggu jam biologis tubuh sehingga menyebabkan insomnia, dan cahaya biru yang terpancar oleh gadget sebelum tidur dapat menghambat produksi melatonin atau disebut hormon yang mengatur tidur.

  1. Trauma Psikologis

Memiliki pengalaman yang traumatis pada masa lalu dapat menyebabkan masalah tidur, termasuk terjadinya mimpi buruk dan terbangun di tengah malam. Pengalaman traumatis, baik fisik maupun emosional, dapat mengubah cara kerja otak dan tubuh dalam merespon stres dan ancaman. Akibatnya, seseorang yang mengalami trauma dapat menjadi lebih sensitif terhadap pemicu stres, bahkan yang tampaknya kecil.

Penyebab terbangun di tengah malam secara terus-menerus dapat mempunyai dampak negatif pada kesehatan mental seperti kelelahan dan kurang energi disepanjang hari, sulit konsentrasi dan fokus, mudah marah atau tersinggung, dan penurunan kinerja kognitif.

Untuk mengatasi permasalahan terjadinya bangun di tengah malam, dilansir dari laman resmi Alodokter.com, terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan:

  • Ciptakan Rutinitas Tidur yang Teratur, usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Hal ini akan membantu mengatur jam biologis tubuh kamu.
  • Lingkungan Tidur yang Nyaman, pastikan kamar tidur tenang, sejuk, dan gunakan Kasur dan bantal yang nyaman.
  • Lakukan Relaksasi Sebelum Tidur, cobalah teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga sebelum tidur sebab hal ini membantu menenangkan pikiran dan tubuh kamu.
  • Kelola Stres dan Kecemasan, cari cara untuk mengelola stres dan kecemasan seperti melalui olahraga, hobi, atau terapi.

Jika mengalami masalah tidur terus-menerus, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Datangilah psikolog atau psikiater sehingga dapat membantu kamu mengidentifikasi penyebab masalah tidur dan memberikan penanganan yang tepat.

Sebagai rangkuman, terbangun di tengah malam dapat disebabkan oleh gangguan tidur seperti insomnia, stres dan kecemasan, depresi, atau kebiasaan hidup yang buruk seperti konsumsi kafein sebelum tidur atau penggunaan gadget sebelum tidur.

Dengan memahami penyebabnya dan mengambil langkah-langkah yang tepat, dapat meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore