ilustrasi orang pendendam. (Freepik)
JawaPos.com - Kadang, hidup terasa lebih mudah jika kita bisa membaca pikiran orang lain. Terutama saat berhadapan dengan seseorang yang perasaannya terhadap kita terasa samar.
Karena kita tidak pernah bisa benar-benar mengetahui bagaimana orang lain menilai, atau bagaimana perasaan mereka sebenarnya kepada kira. Sekalipun itu orang terdekat, perasaan seseorang bukan lah suatu hal yang mudah untuk diketahui, dan bisa jadi seseorang yang kita percayai justru menyimpan dendam.
Dilansir melalui laman Very Well Mind, alasan mengapa seseorang bisa menyimpan dendam karena menahan kebencian adalah salah satu cara seseorang merespons perasaan dan kejadian negatif.
Reaksi ini umumnya muncul ketika seseorang merasa disakiti secara sengaja, kasar, atau tanpa pertimbangan, apalagi jika pelaku tidak menunjukkan rasa peduli, meminta maaf, atau berusaha memperbaiki situasi.
Selain itu, seseorang dengan harga diri yang rendah, keterampilan mengatasi masalah yang buruk, perasaan malu akibat kejadian tersebut, atau mudah marah lebih mungkin menyimpan dendam. Meskipun semua orang mungkin pernah menyimpan kebencian sesekali, beberapa orang lebih rentan menggenggam kemarahan dan rasa sakit dibanding yang lain.
Sejalan dengan itu, menurut psikolog Ziad Roumy, sebenarnya cukup mudah mengenali orang yang menyimpan dendam secara diam-diam jika kamu memperhatikan tanda-tanda tertentu.
“Ada beberapa dinamika yang menunjukkan seseorang menyimpan kemarahan atau kecemburuan tersembunyi terhadapmu, atau mungkin bahkan tidak menyukaimu sama sekali, tetapi mereka mencoba menutupinya,” jelas Roumy, dikutip dari laman YourTango, Sabtu (22/2).
Lalu, apa saja ciri orang yang menyimpan dendam tapi berusaha menyembunyikannya? Berikut 3 tanda yang bisa kamu perhatikan.
1. Mereka Sering Melontarkan Candaan Pasif-Agresif
Salah satu tanda seseorang menyimpan dendam tapi berusaha menyembunyikannya adalah dengan melontarkan candaan yang terkesan tidak bersahabat. Mereka menyelipkan sindiran dalam bentuk humor, tetapi ujungnya terasa menusuk.
Menurut Roumy, mereka kerap memberi pujian yang berujung merendahkan atau menggunakan sarkasme saat berbicara denganmu. Jika mereka berkata, “Aku cuma bercanda!” setelah melontarkan sindiran, kemungkinan besar itu hanya cara halus untuk melampiaskan kekesalan mereka.
Ketika seseorang benar-benar bercanda, biasanya lawan bicaranya juga tertawa bersama. Tetapi jika kamu merasa ucapan mereka lebih seperti serangan tersembunyi, ada kemungkinan mereka menyimpan dendam secara diam-diam. Roumy menegaskan bahwa ini adalah cara tidak langsung untuk menyalurkan frustrasi yang mereka pendam.
Orang yang menyimpan dendam tapi berusaha menyembunyikannya juga sering kali tidak peduli jika kamu merasa tersinggung. Mereka menganggap kata-kata mereka hanyalah lelucon, padahal sebenarnya ada niat terselubung di baliknya.
Jika kamu terus-menerus menjadi sasaran candaan pasif-agresif dari seseorang, cobalah perhatikan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain. Jika hanya kepadamu mereka bersikap demikian, bisa jadi itu adalah tanda mereka memiliki dendam yang tersembunyi.
2. Mereka Masih Sering Membahas Kesalahan di Masa Lalu

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
