
Ilustrasi seorang perempuan sedang menulis jurnal harian (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Konsep buku harian bukanlah sesuatu yang baru untuk kita. Kita menulis dan mencatat keseharian kita, dan bahkan menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari itu.
Hanya ada satu orang saja yang mengetahui isi buku harian. Karena di dalamnya dapat tertulis rahasia besar yang tidak dapat dibagikan kepada orang lain.
Buku itu menjadi tempat atau wadah dimana kita dapat memuntahkan segala pikiran, beban hati, dan ketakutan tanpa adanya penghakiman dari pihak mana pun.
Tidak semua orang mengetahui bahwa ternyata memiliki buku harian adalah hal yang dapat sangat membantu kesehatan mental kita.
Dilansir dari Positive Psychology, menulis jurnal juga merupakan alat non-farmakologis yang sering digunakan untuk pembinaan dan konseling, serta pengobatan penyakit mental.
Ada dua macam jurnaling yang biasanya dipraktekkan pada terapi psikologi: expressive writing dan gratitude journaling.
Expressive writing memfokuskan pada pengalaman emosional kita, daripada kejadian, orang-orang atau benda yang terlibat. Biasanya dilakukan selama tiga atau empat sesi untuk mengakses perasaan dan pikiran terdalam kita.
Gratitude journaling lebih memfokuskan pada sisi positif kehidupan dengan menuliskan situasi, kejadian dan interaksi yang kita syukuri. Dalam buku jurnal ini biasanya akan berisikan foto-foto atau kenang-kenangan untuk mengingat hari-hari tersebut.
Meningkatkan Kesehatan Mental
Dilansir dari Child Mind Institute, menurut Psikolog James Pennebaker dari Universitas Texas, menuliskan peristiwa atau pengalaman emosional dapat membantu memproses trauma. Dengan cara menata kembali pikiran kita dan mencurahkan emosi yang tertekan.
Dengan menulis jurnal secara reguler suasana hati dapat dengan perlahan-lahan dan mengurangi tingkat stres. Serta meningkatkan kesadaran akan emosi kita masing-masing.
Dilansir dari University of Rochester, kebiasaan menulis jurnal dapat membantu kita mengelola kecemasan, mengurangi stres, dan mengatasi depresi.
Proses menulis jurnal dapat membantu kita mengatur permasalahan dalam diri kita. Seperti ketakutan, kekhawatiran, dan kesulitan lainnya.
Saat menulis kita juga dapat mencatat gejala-gejala yang terjadi pada diri kita sehari-harinya. Dengan begitu, kita dapat mengetahui pemicunya dan belajar cara untuk mengontrolnya.
Kita juga dapat menemukan cara untuk menghibur diri kita setelah mengidentifikasi pikiran atau kebiasaan buruk.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022