
Ilustrasi sepasang kekasih duduk membelakangi satu sama lain di bangku taman, mencerminkan jarak emosional dan kebuntuan dalam hubungan./Freepik
JawaPos.com - Bertahan dalam sebuah hubungan yang tidak lagi membawa kebahagiaan adalah sebuah dilema pelik. Banyak individu mendapati diri mereka terjebak, meskipun mereka sadar bahwa hubungan tersebut tidak lagi memiliki masa depan cerah. Ada beragam faktor pendorong di balik keputusan yang sulit ini.
Melansir dari Geediting.com Senin (4/8), terdapat delapan alasan mendalam mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.
Alasan ini sering kali jauh lebih kompleks daripada yang terlihat. Memahami faktor-faktor ini akan memberikan wawasan berharga tentang dinamika hubungan.
1. Ketakutan Menghadapi Kesendirian
Satu di antara alasan terbesar adalah ketakutan untuk sendirian dan memulai kembali. Gagasan tentang membangun hidup dari awal lagi terasa sangat menakutkan. Jadi, orang-orang memilih untuk bertahan pada sesuatu yang familier, bahkan jika itu tidak sempurna.
Mereka takut menghadapi dunia sendirian, sehingga memilih bertahan di zona nyaman. Ketakutan ini menjadi penghalang terbesar untuk keluar dari hubungan tersebut.
2. Kenyamanan dan Keterbiasaan
Hubungan yang sudah berlangsung lama sering kali menawarkan rasa nyaman yang sulit ditinggalkan. Memasuki hubungan baru terasa menakutkan, sehingga lebih baik bertahan pada yang sudah ada. Keakraban terasa lebih menenangkan daripada ketidakpastian.
Seseorang lebih memilih bertahan dalam hubungan tanpa gairah karena sudah nyaman. Mereka enggan melangkah ke hal yang tidak pasti.
3. Ketergantungan Finansial yang Tinggi
Ketergantungan finansial bisa menjadi alasan kuat seseorang tetap berada di hubungan yang buntu. Berbagai tanggungan seperti sewa dan tagihan menjadi ikatan yang sulit dilepaskan. Stabilitas pendapatan ganda sering kali menjadi alasan utama mereka bertahan.
Ketergantungan ini membuat mereka sulit membayangkan hidup secara mandiri. Hal ini menjebak seseorang dalam hubungan yang seharusnya sudah lama berakhir.
4. Menghindari Kerugian yang Sudah Diinvestasikan
Sering kali orang bertahan dalam hubungan yang merugi karena sudah menginvestasikan banyak waktu. Mereka telah mencurahkan energi emosional terlalu banyak ke dalamnya. Mereka tidak ingin semua pengorbanan itu menjadi sia-sia.
Pola pikir ini dikenal sebagai sunk cost fallacy. Pikiran ini mencegah mereka mengakui kegagalan dan melepaskan hubungan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
