Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 21.10 WIB

Manfaat Menghabiskan Waktu Malam Hari Tanpa Gadget

Rata-rata orang menghabiskan sekitar empat setengah jam sehari dengan ponsel. Itu hampir seperempat dari waktu sadar yang dimiliki setiap orang. Dan sebagian besar dihabiskan pada malam hari saat seharusnya tubuh dan pikiran beristirahat.

Menghabiskan waktu dengan bermain gadget mungkin terasa seperti relaksasi, padahal sebenarnya hanya membuatmu mati rasa. 

Jika mau di-tracking, ternyata ada satu hingga dua jam yang terbuang begitu saja setiap malam hanya gara-gara penggunaan gadget sebelum tidur. Dalam seminggu, jumlahnya setara dengan dua hari kerja penuh.

Coba bayangkan, apa yang bisa kamu lakukan dengan waktu tambahan itu? Belajar bahasa baru, menulis, atau sekadar menikmati momen bersama orang-orang terdekat.

Bahkan tambahan setengah jam setiap malam sudah cukup berarti jika digunakan untuk sesuatu yang benar-benar bernilai.

Memulihkan Hubungan Antarmanusia

Masalahnya bukan hanya waktu yang hilang, tetapi juga kehadiranmu. Banyak orang kini terbiasa “di-phub”—kehilangan perhatian demi layar ponsel. 

Percakapan jadi terpotong, momen kebersamaan kehilangan kedalaman, bahkan makan malam berubah jadi sesi menatap notifikasi.

Padahal, malam hari adalah kesempatan terbaik untuk terhubung. Entah itu berbagi tawa bersama pasangan, bermain dengan anak, atau sekadar duduk dalam keheningan yang nyaman. Menyingkirkan perangkat dari momen tersebut berarti memberikan hadiah berharga: perhatian penuh.

Mengurangi Stres dan Beban Mental

Setiap notifikasi yang berbunyi atau bergetar bukan hanya mengganggu fokus, tetapi juga meningkatkan stres. Otak dipaksa siaga terus-menerus, bahkan di waktu yang seharusnya digunakan untuk menenangkan diri.

Keheningan malam justru adalah apa yang benar-benar dibutuhkan pikiran. Dengan menyingkirkan kebisingan digital, sistem saraf mendapat ruang untuk beristirahat. Rasanya seperti keluar dari keramaian dan menemukan jalan sunyi yang damai.

Menemukan Kembali Kekuatan Membaca

Pertanyaan besar berikutnya: dengan apa layar diganti? Salah satu pilihan terbaik adalah membaca.

Membaca buku fisik terbukti memberikan pemahaman dan pembelajaran lebih dalam dibanding layar digital. Tanpa gangguan iklan atau notifikasi, perhatian bisa benar-benar tercurah. Bahkan, riset menunjukkan kebiasaan membaca memiliki hubungan kuat dengan kesuksesan jangka panjang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore