
Ilustrasi seseorang yang memendam emosinya.
Pertanyaan ini akan muncul ketika kita menyadari bahwa tidak semua orang mudah terbuka tentang perasaan mereka.
Banyak yang lebih nyaman menyembunyikan amarah, kesedihan, atau kekecewaan, bahkan kepada orang terdekat sekalipun.
Baca Juga: Orang yang Tidak Terburu-Buru Menikah Biasanya Menunjukkan 8 Kekuatan Unik Ini Menurut Psikologi
Bagi sebagian orang, memendam emosi dianggap sebagai cara aman untuk menjaga hubungan tetap harmonis dan menghindari pertengkaran.
Namun, keputusan ini sering kali bukan hanya soal “diam demi damai”, melainkan ada faktor psikologis yang membuat seseorang sulit jujur soal perasaannya.
Nah menariknya, menurut sebuah penelitian, orang yang terbiasa menekan atau menyembunyikan emosi memiliki 35% risiko lebih tinggi untuk meninggal dalam rentang 12 tahun.
Belum cukup? Risiko kematian akibat kanker meningkat 70% bagi mereka yang menyembunyikan perasaan pada periode yang sama.
Memendam emosi memang terlihat seolah memberi rasa aman, tetapi sebenarnya bisa berdampak pada kesehatan mental, hubungan sosial, bahkan kondisi fisik jika terus dilakukan tanpa solusi sehat.
Anda sering memendam emosi? Mari mengenal diri Anda lebih baik dengan membaca artikel ini yang dilansir dari Verywell Mind dan Calda Clinic.
1. Alasan Orang Lebih Nyaman Memendam Emosi
Mari kita mulai dengan pertanyaan dasar: Kenapa banyak orang memilih memendam emosi daripada jujur mengungkapkannya?
Jawabannya ternyata kompleks, mulai dari faktor pribadi, sosial, hingga pengalaman masa lalu yang penuh luka.
Banyak orang merasa lebih aman menahan perasaan, karena itu terlihat lebih mudah, lebih cepat, dan seolah melindungi diri dari penolakan maupun konflik.
Kebiasaan menekan perasaan ini sering kali berakar dari rasa takut akan kerentanan.
Masa kecil dan pola asuh yang buruk – Menurut Dr. Colleen Mullen, PsyD, LMFT, banyak orang belajar sejak kecil bahwa mengekspresikan emosi bukanlah sesuatu yang aman.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
