
Ilustrasi seorang karyawan muda tampak sibuk dengan ponsel di meja rapat sementara kolega yang lebih tua menatapnya dengan ekspresi sedikit bingung. (Freepik)
JawaPos.com - Perbedaan antargenerasi di kantor sering menciptakan ketegangan halus yang luput dari perhatian. Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki pandangan yang berbeda tentang profesionalisme dan efisiensi kerja. Perbedaan ini bisa menjadi sumber gesekan yang tidak terucap.
Melansir dari Geediting.com Senin (29/9), psikologi menyebut ada tujuh kebiasaan Gen Z yang, meskipun tujuannya baik, secara diam-diam membuat frustrasi rekan kerja yang lebih tua. Kebiasaan ini berasal dari perbedaan preferensi komunikasi dan etika kerja. Mari kita lihat satu per satu perilaku yang dimaksud.
1. Mengirim Pesan Singkat Tanpa Konteks Jelas
Gen Z cenderung mengirim pesan cepat dan singkat seperti ping, tanpa banyak penjelasan. Bagi rekan kerja yang terbiasa dengan email terstruktur, pesan seperti ini terasa samar dan terkesan tiba-tiba. Komunikasi seperti ini juga dapat diartikan sebagai pengabaian oleh penerima.
2. Menggunakan Nada Santai dan Emoji di Pesan Formal
Satu di antara kebiasaan mereka adalah menyisipkan emotikon lucu di surel yang bersifat lintas fungsi dan formal. Hal ini secara tidak sengaja dapat merusak persepsi kompetensi Anda di mata rekan kerja yang lebih tua. Sebuah studi menemukan emoji senyum pada email profesional dapat mengurangi kesan hangat.
3. Melakukan Multitasking Saat Rapat Berlangsung
Membuka ponsel atau terlibat obrolan sampingan selama rapat adalah hal umum bagi Gen Z. Kolega yang lebih tua sering menafsirkan perilaku ini sebagai kurangnya rasa hormat atau perhatian terbagi. Penelitian psikologi menunjukkan peralihan tugas secara konstan akan mengorbankan akurasi dan waktu.
4. Mencampur Batasan Waktu Kerja Secara Menggelisahkan
Karyawan Gen Z mungkin mengirim pesan pada tengah malam karena itu adalah waktu kerjanya, tetapi berharap tidak ada balasan sampai pagi. Rekan kerja yang lebih tua dapat merasa tertekan untuk merespons segera karena melihat notifikasi masuk. Hal ini menimbulkan frustrasi dari kedua belah pihak di kantor.
5. Minta Umpan Balik Cepat dan Menandai Secara Publik
Kecepatan sangat baik, namun menandai orang secara publik, terutama untuk koreksi, dapat mengurangi kepercayaan. Kolega yang lebih senior bisa membaca tag publik tersebut sebagai kritik terbuka atas kesalahan mereka. Gunakan pesan pribadi atau telepon cepat untuk membahas perbaikan yang sensitif.
6. Sering Mempertanyakan Proses Lama yang Sudah Ada
Gen Z sering menantang cara-cara lama bekerja karena mereka ingin pekerjaan mereka menjadi bermakna. Namun, kolega yang lebih tua mungkin membaca pertanyaan "mengapa selalu begini" sebagai kritik alih-alih rasa ingin tahu. Lebih baik ajukan alternatif yang telah diuji untuk membangun konsensus bersama.
7. Menganggap Semua Komunikasi Bersifat Asynchronous
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022