
Ilustrasi orang yang konsumtif.
JawaPos.com – Banyak orang merasa pengeluaran harian terus meningkat tanpa menyadari bahwa sebagian uang yang dimiliki sebenarnya digunakan untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan.
Fenomena ini sering dipicu oleh kebiasaan konsumtif, tren media sosial, hingga strategi pemasaran yang membuat produk tampak penting meski fungsinya bisa digantikan dengan alternatif yang lebih sederhana.
Keputusan pembelian impulsif sering mempengaruhi emosi sesaat, bukan kebutuhan nyata, sehingga membuat orang lebih mudah membeli barang yang tidak diperlukan.
Penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa tekanan sosial dan keinginan mengikuti gaya hidup tertentu dapat meningkatkan kecenderungan belanja berlebihan.
Melansir dari laman Yourtango pada Rabu (11/02), inilah 11 barang yang sama sekali tidak perlu namun tetap dibeli hingga menyebabkan dompet cepat kosong.
Banyak barang yang sebenarnya tidak penting, namun tetap populer karena dianggap praktis atau trendi.
Berikut 11 barang yang sama sekali tidak perlu namun tetap dibeli, tanpa disadari:
Banyak orang menghabiskan uang untuk barang-barang bagus dan berinvestasi dalam barang-barang material, hanya untuk menyimpannya jauh dari pandangan selamanya.
Membeli lilin cantik yang tidak akan pernah mereka nyalakan dan pakaian mahal yang hanya tersimpan di lemari.
Ini adalah salah satu barang kebutuhan sehari-hari yang sama sekali tidak perlu, namun kebanyakan orang terus saja menghabiskan uang untuk membelinya.
Air kemesan salah satu barang kebutuhan sehari-hari yang sama sekali tidak perlu, namun kebanyakan orang tetap saja menghabiskan uang untuk membelinya.
Semnetara dapat mengonsumsi air dari galon atau filter rumah yang jauh lebih hemat biaya.
Layanan streaming atau langganan online banyak yang membenarkan pembelian sehari-hari dengan alasan biaya murah, meskipun biaya tersebut dengan cepat bertambah seiring waktu.
Budaya konsumerisme yang sangat berfokus pada hal-hal materi dan status benda, mudah untuk terjebak dalam perangkap pengeluaran berlebihan.
Banyak orang menjadi korban iklan merek terkenal, menghabiskan lebih banyak uang untuk barang-barang yang biasanya memiliki kualitas dan rasa yang sama dengan produk lokal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
