
seseorang yang tetap diam saat pertengkaran terjadi. (Freepik/pressfoto)
JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, cara seseorang merespons konflik sering kali bukan sekadar pilihan spontan, melainkan hasil dari pengalaman panjang yang membentuk dirinya sejak kecil. Ada perempuan yang tegas, ada yang ekspresif, dan ada pula yang memilih diam saat pertengkaran terjadi.
Diamnya seorang perempuan sering disalahartikan sebagai sikap tidak peduli, pasrah, atau bahkan manipulatif. Padahal, dalam banyak kasus, diam tersebut adalah mekanisme perlindungan diri—sesuatu yang ia pelajari dari pengalaman hidupnya.
Dilansir dari Expert Editor, jika seorang perempuan cenderung memilih diam saat konflik, ada kemungkinan ia pernah mengalami beberapa hal berikut saat tumbuh dewasa.
1. Terbiasa Hidup di Lingkungan yang Tidak Aman Secara Emosional
Perempuan yang tumbuh di lingkungan penuh ketegangan—entah itu sering terjadi pertengkaran, teriakan, atau konflik berkepanjangan—biasanya belajar satu hal: berbicara bisa memperburuk keadaan.
Dalam kondisi seperti ini, diam menjadi strategi bertahan hidup. Ia belajar bahwa menghindari konflik lebih aman daripada menghadapinya. Saat dewasa, pola ini terbawa, sehingga ia memilih diam bukan karena tidak punya pendapat, tetapi karena ingin menjaga situasi tetap terkendali.
2. Pendapatnya Sering Diabaikan Sejak Kecil
Jika sejak kecil seseorang terbiasa tidak didengar—entah oleh orang tua, keluarga, atau lingkungan sekitar—ia bisa tumbuh dengan keyakinan bahwa suaranya tidak penting.
Akibatnya, saat terjadi pertengkaran, ia mungkin merasa:

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
