
Ilustrasi ajang Crown of Impact x The 5th Motion Challenge (Mocha) yang menjadi bagian dari rangkaian Puteri Indonesia 2026. (Istimewa)
JawaPos.com–Di tengah percepatan transformasi digital, peran perempuan Indonesia kian meluas, tak lagi sekadar sebagai pengguna teknologi. Tapi juga sebagai inovator yang menciptakan solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Gambaran ini terlihat dalam ajang Crown of Impact x The 5th Motion Challenge (Mocha) yang menjadi bagian dari rangkaian Puteri Indonesia 2026. Sebanyak 45 finalis dari berbagai daerah tampil mempresentasikan program advokasi berbasis dampak, dengan pendekatan yang semakin relevan di era digital.
Berbeda dari pola advokasi konvensional, para finalis didorong untuk merancang solusi yang tidak berhenti pada kampanye sosial semata. Mereka ditantang mengembangkan model bisnis sosial berkelanjutan, yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan teknologi.
Baca Juga: Di Tengah Sempitnya Lapangan Kerja, Kisah Rintisan Fashion Muslimah Ini Bisa Jadi Inspirasi
Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya sejumlah pelaku industri digital dalam mendorong ekosistem pemberdayaan yang lebih inklusif. PT Netzme Kreasi Indonesia melihat bahwa transformasi digital perlu diimbangi dengan dampak nyata.
”Kami ingin mendorong para finalis untuk tidak hanya sekadar menjalankan program advokasi biasa, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata dari sisi sosial, kemanusiaan, hingga keberlanjutan bisnisnya,” kata CEO Netzme Vicky Ganda Saputra di Jakarta.
Selama ini, Netzme dikenal aktif mendampingi pelaku UMKM melalui solusi pembayaran digital berbasis QRIS. Kini, dukungan tersebut diperluas dengan mendorong perempuan muda untuk membangun solusi berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Salah satu contoh datang dari Cheryl Lidia Regar, finalis asal Kalimantan Timur, yang meraih penghargaan Best Advokasi. Dia mengembangkan CIRO WASTE (CIROES), sebuah platform digital berbasis ekonomi sirkular untuk mengelola limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Gagasan ini dinilai tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki potensi implementasi yang kuat di masyarakat.
Ketua Pemilihan Puteri Indonesia Kusuma Anjani menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap program. ”Advokasi tidak boleh berhenti pada kompetisi, tetapi harus berkembang menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan,” ujar Kusuma Anjani.
Di sisi lain, kemampuan komunikasi juga menjadi faktor penting dalam membentuk kepemimpinan perempuan di era digital.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
