
Daisuke Oya sedang melakukan autentifikasi pada sebuah tas Goyard Anjou. (Istimewa)
JawaPos.com-Surabaya tak lagi hanya menjadi kota industri dan perdagangan. Dalam beberapa tahun terakhir, denyut gaya hidup kelas atas di kota ini terasa semakin kuat. Hal itu ditandai dengan hadirnya berbagai brand global, meningkatnya minat terhadap produk luxury, hingga munculnya layanan premium yang sebelumnya identik dengan Jakarta atau kota-kota besar dunia.
Fenomena itu se dengan ekspansi ALLU yang merupakan platform luxury brand buyer asal Jepang. “Kami melihat ketertarikan besar dari pasar Surabaya,” ujar Daisuke Oya, Product Specialist ALLU dari Jepang. Store ketiganya di kota ini berlokasi di Tunjungan Plaza 6, tepatnya di Pakuwon Tower lantai 19, hadir sebagai ruang privat bagi pemilik luxury goods yang ingin mencairkan aset fashion mereka secara eksklusif.
Bagi mereka, Surabaya bukan pasar baru. “Respons sejak 2021 sangat positif. Hal ini menjadi sinyal bahwa Surabaya kini tidak hanya menjadi pasar konsumtif, tetapi juga bagian dari ekosistem luxury lifestyle yang semakin matang," ucap dia.
Salah satu daya tarik utama ALLU adalah fleksibilitasnya. “Kami menerima barang dalam kondisi apa pun. Tas tanpa kotak, jam tangan dengan goresan, hingga perhiasan tanpa struk pembelian tetap bisa diproses," urainya.
Di balik itu, ALLU menggunakan sistem lelang internal. “Harga mengikuti pasar karena banyak buyer yang bersaing,” kata Daisuke. Model ini membuat penawaran tetap kompetitif dan transparan bagi pelanggan.
Namun lebih dari sekadar transaksi, yang dijual ALLU sebenarnya adalah pengalaman. “Privasi pelanggan sangat kami jaga. Setiap proses dilakukan secara personal di ruang khusus, tanpa interaksi dengan pelanggan lain," terang dia.
Menariknya, layanan ini juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap barang mewah. Jika dulu tas atau jam tangan identik dengan konsumsi, kini keduanya semakin dilihat sebagai aset yang bisa dicairkan kapan saja.
Nama ALLU sendiri sempat menjadi sorotan global setelah induk perusahaannya, Valuence Holdings Inc., memenangkan lelang di Sotheby’s Paris pada 2025 untuk tas Hermès Birkin pertama milik Jane Birkin dengan nilai mencapai Rp 163 miliar. “Itu menunjukkan kuatnya pasar luxury secara global,” kata Daisuke.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
