Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 22.09 WIB

Jika Anda Ingin Merasa Lebih Percaya Diri Seiring Bertambahnya Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 7 Keyakinan yang Membatasi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lebih percaya diri seiring bertambahnya usia. (Magnific/terra.incognita) - Image

seseorang yang lebih percaya diri seiring bertambahnya usia. (Magnific/terra.incognita)



JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang berharap menjadi versi diri yang lebih bijaksana, tenang, dan percaya diri. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru merasa semakin ragu, cemas, atau bahkan kehilangan arah. Salah satu penyebab utamanya bukanlah usia itu sendiri, melainkan keyakinan-keyakinan lama yang terus dibawa tanpa disadari.

Dalam psikologi, keyakinan yang membatasi (limiting beliefs) adalah pola pikir negatif yang tertanam sejak lama dan memengaruhi cara kita melihat diri sendiri serta dunia. Jika tidak disadari dan diubah, keyakinan ini bisa menjadi penghalang terbesar untuk berkembang—terutama dalam membangun rasa percaya diri.

Dilansir dari Expert Editor, jika Anda ingin menjadi lebih percaya diri seiring waktu, inilah 7 keyakinan yang sebaiknya Anda tinggalkan mulai sekarang.

1. “Saya Sudah Terlambat untuk Berubah”

Banyak orang berpikir bahwa usia menentukan kemampuan untuk berubah. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa otak manusia memiliki neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi sepanjang hidup.

Percaya bahwa Anda “terlambat” hanya akan membuat Anda berhenti mencoba. Kenyataannya, perubahan bisa dimulai kapan saja—selama Anda bersedia mengambil langkah pertama.

Ganti dengan:
“Saya bisa mulai dari sekarang, sekecil apa pun langkahnya.”

2. “Saya Harus Sempurna agar Dihargai”

Perfeksionisme sering disalahartikan sebagai standar tinggi, padahal sering kali ini adalah bentuk ketakutan akan penolakan. Orang yang percaya harus sempurna cenderung mudah merasa tidak cukup baik.

Psikologi menyebut bahwa mengejar kesempurnaan justru dapat merusak rasa percaya diri karena standar yang dibuat tidak realistis.

Ganti dengan:
“Saya cukup berharga meskipun tidak sempurna.”

3. “Apa Kata Orang Itu Segalanya”

Ketergantungan pada penilaian orang lain adalah salah satu penghambat terbesar kepercayaan diri. Semakin Anda mendasarkan nilai diri pada opini orang lain, semakin mudah Anda goyah.

Menurut psikologi sosial, kepercayaan diri yang sehat berasal dari validasi internal, bukan eksternal.

Ganti dengan:
“Pendapat orang lain bukan penentu nilai saya.”

4. “Saya Tidak Sebaik Orang Lain”

Membandingkan diri dengan orang lain adalah kebiasaan umum, terutama di era media sosial. Namun perbandingan yang tidak sehat hanya memperkuat rasa tidak percaya diri.

Psikologi menunjukkan bahwa setiap individu memiliki jalur hidup, kemampuan, dan waktu perkembangan yang berbeda.

Ganti dengan:
“Saya fokus pada perkembangan diri saya sendiri.”

5. “Kegagalan Adalah Akhir”

Banyak orang menghindari mencoba hal baru karena takut gagal. Padahal, dalam psikologi pertumbuhan (growth mindset), kegagalan justru dilihat sebagai bagian penting dari proses belajar.

Orang yang percaya diri bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, tetapi mereka yang tidak takut untuk mencoba lagi.

Ganti dengan:
“Kegagalan adalah langkah menuju keberhasilan.”

6. “Saya Harus Menyenangkan Semua Orang”

Keinginan untuk disukai semua orang sering membuat seseorang mengorbankan kebutuhan dan batasan pribadinya. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mengikis rasa percaya diri dan identitas diri.

Psikologi menekankan pentingnya boundary (batasan) dalam hubungan yang sehat.

Ganti dengan:
“Saya boleh mengatakan tidak tanpa merasa bersalah.”

7. “Saya Tidak Cukup Baik”

Ini mungkin keyakinan paling umum dan paling merusak. Rasa tidak cukup baik sering berasal dari pengalaman masa lalu, kritik, atau standar yang tidak realistis.

Jika dibiarkan, keyakinan ini akan memengaruhi setiap keputusan yang Anda ambil.

Ganti dengan:
“Saya memiliki nilai dan kemampuan yang layak dihargai.”


Kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja seiring bertambahnya usia. Ia dibangun melalui kesadaran, pengalaman, dan yang terpenting—cara kita berbicara kepada diri sendiri.

Mengucapkan selamat tinggal pada keyakinan yang membatasi bukan berarti semuanya langsung berubah dalam semalam. Ini adalah proses yang membutuhkan waktu, refleksi, dan konsistensi.

Namun kabar baiknya, setiap langkah kecil yang Anda ambil untuk mengubah pola pikir adalah investasi besar bagi versi diri Anda di masa depan.

Karena pada akhirnya, percaya diri bukan tentang menjadi sempurna—melainkan tentang menerima diri sendiri sambil terus bertumbuh.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore