
Koleksi Motif Hawa. (IST)
JawaPos.com – Setelah 10 tahun berkarya, desainer Pipit Yulianti kembali menyuguhkan koleksi teranyarnya lewat fashion show ‘Royal Symphony: A Night of Eternal Divas’. Lewat merek Motif Hawa, Pipit memperlihatkan metafora perjalanannya lewat koleksi busana yang elegan dan mewah.
Berbincang dalam konferensi pers SEDASA, Pipit Yulianti mengungkapkan kalau fashion show kali ini bukan sekadar peragaan busana. Tapi memperlihatkan bagaimana dirinya ‘bersimfoni’ dengan elemen alam lewat busana yang diciptakannya.
Diungkapkan Pipit, dalam busana nanti akan terlihat penyatuan elemen-elemen alam yang tampak kontras. Seperti kokohnya batu karang, luasnya gurun, hingga lembutnya kelopak mawar disatukan dalam harmoni desain yang megah.
Sehingga, hasil akhirnya setiap busana bisa memberikan keseimbangan sempurna antara keteguhan prinsip dan kelembutan sikap, merepresentasikan sosok pribadi tangguh yang tetap memancarkan pesona feminin yang abadi. Keindahan koleksi ini semakin dipertegas melalui penggunaan siluet H-line dan A-line yang memberikan kesan anggun serta berkelas bagi pemakainya.
“Perpaduan inilah yang membentuk Royal Symphony, sebuah simfoni kerajaan di mana kekuatan mentah dari alam bersinergi sempurna dengan keanggunan busana kelas atas,” ujar Pipit selaku Owner Motif Hawa.
Keselarasan antara alam dan kemewahan tersebut merupakan metafora dari perjalanan sepuluh tahun yang penuh dinamika. Baginya, sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat, namun merupakan proses pendewasaan yang penuh dengan pembelajaran.
“Melalui 'Royal Symphony', kami tidak hanya merayakan angka, tetapi merayakan setiap pribadi tangguh yang telah tumbuh bersama kami. Kami ingin setiap serat kain dalam koleksi ini membisikkan pesan tentang kekuatan alam yang abadi dan keanggunan yang tidak pernah sirna," ungkap Owner Motif Hawa.
Detail Koleksi Royal Symphony
Koleksi Motif Hawa. (IST)
Koleksi Motif Hawa kali ini hadir dengan beberapa tema dalam tajuk besar ‘Royal Symphony’. Koleksi bertajuk The Duchess’ Secret Garden hadir sebagai babak pembuka yang memukau dengan menghidupkan kembali estetika megah era Renaissance ke dalam busana tertutup modern.
Koleksi ini memperlihatkan bagaimana Pipit memainkan tekstur renda floral premium dan siluet gaun A-line yang bervolume serta terstruktur. Koleksi ini merepresentasikan sisi feminin yang anggun dengan pemilihan warna champagne cream, midnight black, hingga porcelain blue yang menenangkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022