Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 05.57 WIB

7 Cara Mengatasi Jet Lag agar Tubuh Cepat Adaptasi Setelah Perjalanan Jauh

Tips anti jet lag (Freepik) - Image

Tips anti jet lag (Freepik)

JawaPos.comJet lag merupakan gangguan tidur sementara yang terjadi ketika ritme sirkadian tubuh tidak sinkron dengan zona waktu baru setelah perjalanan jauh. Kondisi ini membuat tubuh seolah 'tertinggal' di waktu lama, sementara lingkungan sudah berubah. 

Melansir dari Halodoc dan Alodokter, jet lag dapat menyebabkan berbagai gejala seperti insomnia, kelelahan berlebih, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan pencernaan. Untuk mengurangi dampaknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tubuh lebih cepat beradaptasi.

1. Sesuaikan Jadwal Tidur secara Bertahap

Mengubah jadwal tidur sebelum keberangkatan menjadi langkah awal yang penting untuk meminimalkan jet lag. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan ritme, sehingga penyesuaian secara perlahan akan membantu mengurangi shock saat tiba di tujuan.

Misalnya, jika kamu bepergian ke arah timur, cobalah tidur lebih awal dari biasanya selama beberapa hari. Sebaliknya, jika ke arah barat, tidur sedikit lebih larut bisa membantu tubuh mengikuti ritme baru. Strategi ini membuat jam biologis tidak berubah secara drastis dalam waktu singkat.

2. Ikuti Waktu Lokal sejak Hari Pertama

Setelah tiba di destinasi, sangat penting untuk langsung menyesuaikan diri dengan waktu setempat, baik untuk tidur, makan, maupun beraktivitas. Meskipun tubuh masih terasa tidak sinkron, mengikuti jadwal lokal akan membantu mempercepat proses adaptasi ritme sirkadian.

Menunda penyesuaian hanya akan membuat jet lag bertahan lebih lama. Karena itu, usahakan untuk tetap terjaga di siang hari dan tidur di malam hari sesuai waktu tujuan, meskipun di awal terasa tidak nyaman.

3. Maksimalkan Paparan Cahaya Alami

Paparan cahaya, terutama sinar matahari, memiliki peran besar dalam mengatur jam biologis tubuh. Cahaya membantu memberi sinyal kapan tubuh harus terjaga dan kapan harus beristirahat. Saat siang hari, usahakan untuk berada di luar ruangan atau mendapatkan cukup cahaya alami agar tubuh lebih cepat merasa siang. 

Sebaliknya, di malam hari, kurangi paparan cahaya terang, termasuk dari layar gadget, agar tubuh lebih mudah memproduksi hormon tidur. Pengaturan cahaya ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengatasi jet lag.

4. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Perjalanan panjang, terutama dengan pesawat, sering membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Dehidrasi dapat memperburuk gejala jet lag seperti kelelahan, sakit kepala, dan sulit fokus.

Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak konsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Dengan menjaga hidrasi tubuh tetap optimal, kondisi fisik akan lebih stabil sehingga proses adaptasi terhadap zona waktu baru menjadi lebih mudah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore