Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15.43 WIB

Ini Efek Konsumsi Makanan Ultra-Olahan Berlebihan, Membahayakan Jantung hingga Diabetes

Ilustrasi Orang Makan. Sumber Foto: Health Shots - Image

Ilustrasi Orang Makan. Sumber Foto: Health Shots

JawaPos.com - Tahukah kamu, bahwa makanan ultra-olahan diproduksi di pabrik seperti mi instan, minuman bersoda, keripik, seringkali dengan tambahan zat aditif, hingga perasa buatan

Dilansir dari Health Shots, Sabtu (16/5), penambahan itu bertujuan untuk meningkatkan rasa dan daya tahannya, serta memunculkan risiko penyakit jantung.

Bukan lagi sekadar camilan sesekali, bagi banyak orang, makanan ini telah menjadi bagian dari makanan sehari-hari mereka.

Sebuah studi dari tahun 2019 di JAMA Internal Medicine menemukan bahwa makanan ini dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi.

Menurut para ahli, makanan-makanan ini juga dapat meningkatkan risiko obesitas karena biasanya tinggi kalori, gula, dan lemak tidak sehat.

Tentunya mengonsumsi terlalu banyak gula, garam, dan lemak dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes.

Tak hanya itu, makanan ultra-olahan dapat membahayakan kesehatan usus, peradangan jangka panjang, seperti penyakit jantung.

Faktanya, mengonsumsi terlalu banyak garam dan lemak tidak sehat dapat merusak jantung dan pembuluh darah.

Makanan-makanan ini dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik, yang membantu melindungi jantung.

Meski terkadang rasanya enak dan dapat membantu orang merasa kenyang pada waktu yang tepat, namun lebih banyak efek buruk untuk tubuh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore