
Ilustrasi lulur untuk tubuh. (Freepik)
JawaPos.com – Merawat diri menggunakan lulur berbahan alami ternyata merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya keraton di Yogyakarta. Umumnya, menggunakan racikan rempah-rempah pilihan.
Lulur dengan racikan bunga, daun, dan akar tanaman, dipercaya mampu menutrisi kulit secara mendalam sekaligus memberikan ketenangan bagi tubuh dan pikiran. Sehingga luluran tak sekadar merawat kulit, tapi juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap keseimbangan antara alam dan tubuh.
“Dan ini diwariskan turun-temurun sebagai rahasia perawatan kulit para bangsawan,” Brand Executive Purbasari, Carensca, dalam acara A Touch of Royal Beauty di halaman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Kenali Penyebab dan Jenis Gangguan Penyakit Katup Jantung, Gejalanya Bisa Sesak hingga Kaki Bengkak
Terinspirasi dari keanggunan tradisi tersebut, ungkap Carensca, Purbasari menghadirkan inovasi modern melalui Purbasari Lulur Mandi Teh Keraton. Tentunya dengan meggunakan bahan-bahan alami tapi menggunakan formulasi masa kini. Yakni memadukan bahan-bahan alami bernilai tinggi dengan teknologi perawatan kulit modern untuk memberikan hasil optimal.
Seperti penggunaan Chamomilla Recutita Extract (chamomile extract) yang dikenal mampu menenangkan kulit dan meredakan iritasi. Lalu ditambah Camellia Sinensis Leaf Extract (green tea extract) yang kaya antioksidan untuk membantu melawan tanda-tanda penuaan dini dan menjaga elastisitas kulit.
Lalu kandungan Jasminum Officinale Oil (jasmine oil ) yang dipercaya memberikan kelembapan, sekaligus menghadirkan keharuman lembut khas tradisional yang menenangkan. Lalu, kandungan popular saat ini, niacinamide, yang bekerja membantu memperbaiki tampilan kulit kusam, sehingga tampak lebih cerah dan sehat.
Sehingga, lulur yang digunakan memberikan sensasi lembut yang menyelimuti kulit, membersihkan secara menyeluruh hingga ke pori-pori tanpa menghilangkan kelembapan alaminya. Ada relaksasi juga dari aroma teh melati yang khas.
Meracik Lulur Sendiri
Dalam acara A Touch of Royal Beauty di halaman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, belasan perempuan Gen Z diajak bereksperimen meracik sendiri ramuan lulur kecantikan khas Keraton Yogyakarta. Tentunya, ungkap Carensca, ini merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya Nusantara di kalangan generasi muda.
“Diharapkan perempuan Indonesia semakin memahami, menghargai, dan percaya diri menggunakan produk kecantikan berbasis kekayaan alam Nusantara, tanpa bergantung pada produk luar negeri,” papar Carensca.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022