
Ilustrasi air purifer /Magnific
JawaPos.com-Kabut asap akibat karhutla dapat mengancam siapa saja, termasuk pada kelompok-kelompok rentan seperti bayi dan balita.
Paparan asap karhutla mungkin masih bisa diantisipasi oleh anak dan orang dewasa.
Namun, bagaimana dengan bayi yang belum memahami pentingnya perlindungan diri dari asap?.
Bayi belum memiliki kesadaran pentingnya menggunakan masker. Selain itu, penggunaan masker pada bayi tidak bisa disamakan dengan orang dewasa, karena belum tersedia masker khusus yang aman digunakan bayi secara terus menerus.
Padahal, paparan kabut asap karhutla dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal waktu. Bahkan pada malam hari, asap karhutla tetap dapat menyebar dan terbawa angin sehingga berpotensi mempengaruhi kualitas udara bayi anda.
Usia balita, menjadi kelompok yang sangat terancam terhadap dampak polusi udara. Sebab paru-paru dan saluran pernapasan mereka masih sangat rentan (imatur). Selain itu, sistem imun bayi juga belum sekuat orang dewasa.
Selain itu, frekuensi napas pada bayi dan anak kecil jauh lebih cepat, dibandingkan orang dewasa. Kondisi tersebut membuat mereka dapat menghirup lebih banyak udara dalam satu waktu. Sehingga paparan polutan dari udara yang tercemar juga dapat masuk dalam volume yang lebih banyak.
Saat terpapar udara yang buruk, bayi dapat menunjukkan gejala ketidaknyamanan seperti sesak napas, demam, sering menangis, terlihat lemas, sampai tidak mau minum ASI.
Jadi apa yang harus dilakukan saat bayi tidak bisa memakai masker? Berikut langkah-langkah yang dirangkum dari laman rspp.co.id serta klikdokter pada (31/08) mengenai hal-hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi bayi anda dari polutan akibat asap karhutla.
Pasang air purifier
Saat kabut asap dan polusi terjadi, anda perlu memasang air purifier dengan filter HEPA di dalam ruangan. Tujuannya supaya udara kotor di dalam rumah dapat disaring sehingga debu, asap, polusi, dan bakteri bisa hilang dan bayi anda bisa menghirup udara yang bersih. Letakkan air purifier pada ruangan yang paling sering dijangkau bayi, terutama pada kamar tidur. Jika belum memiliki alat tersebut, anda dapat meletakkan wadah berisi air bersih di beberapa sudut ruangan serta handuk basah untuk membantu menjaga kelembaban udara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
