
KEPAKKAN SAYAP: Penumpang kapal turun dari KM Bukit Raya dan KM Leuser di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
JawaPos.com – Penyeberangan Surabaya–Madura menggunakan kapal roll on-roll off (ro-ro) tidak seramai dulu. Meski begitu, pengelola pelabuhan tidak berniat menutup layanan penyeberangan tersebut.
Sebaliknya, PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak berencana mengembangkan Dermaga Ujung Surabaya menjadi terminal transit.
Ke depan, rute kapal ro-ro tidak hanya dari Dermaga Ujung Surabaya menuju Dermaga Kamal, Madura. Ada rute baru, yakni berangkat dari Terminal Jamrud, lalu transit di Ujung Surabaya, dan berakhir di Ujung Kamal.
Rute tersebut lebih jauh dan lebih menjual. Sebab, ada pemandangan yang bisa dijadikan rute wisata. Pengembangan itu masuk rangkaian proyek Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN).
PT Pelindo III cabang Tanjung Perak sedang menyelesaikan pembebasan lahan untuk pengembangan proyek tersebut.
Lahan milik PT Pelindo III cabang Tanjung Perak itu sedang disewa PT Angkutan Sungai Danau dan Penerbangan (ASDP) Indonesia Ferry. Di atasnya dibangun gedung milik perusahaan tersebut.
Kontrak sewa berakhir pada tahun ini. PT Pelindo III cabang Tanjung Perak sedang menyelesaikan bangunan di atas lahan tersebut.
Penyelesaian itu melibatkan dua badan usaha milik negara, yakni PT Pelindo dan ASDP. ’’PT Pelindo III cabang Tanjung Perak harus mengganti rugi,’’ kata Humas PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak Oscar Yogi Yustiano.
Proses ganti rugi itu membutuhkan waktu. Masing-masing pimpinan perusahaan harus bertemu. Apalagi, dua perusahaan itu merupakan BUMN. Artinya, ada prosedur tersendiri yang tidak boleh dilewatkan.
Salah satunya terkait dengan penentuan appraisal harga bangunan tersebut. Setelah muncul angka, PT Pelindo III cabang Tanjung Perak baru bisa membongkar bangunan tersebut.
Prosedur itulah yang butuh waktu tidak sebentar. Setelah membebaskan bangunan, PT Pelindo III cabang Tanjung Perak masih memiliki tanggungan lain.
Yakni, memindahkan pasar yang lokasinya berdekatan dengan kantor PT ASDP Indonesia Ferry. Proses itu sejatinya tidak sulit. Sebab, lahan untuk pemindahan tersebut sudah ada.
Yogi menjelaskan, rencana awal, di atas lahan tersebut akan dibangun hotel, mal, serta gedung perkantoran. Bangunan hotel diperkirakan tujuh lantai, sedangkan mal dan gedung perkantoran hanya tiga lantai.
Hotel dikonsep menghadap ke laut. Dengan begitu, tamu yang menginap bisa melihat pemandangan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) saat malam. ’’Itu konsep dulu,’’ ujar Yogi.
Konsep yang akan diterapkan sekarang berubah. Lahan tersebut difungsikan untuk terminal transit. Kapal yang berangkat dari Terminal Jamrud akan berhenti sementara di terminal tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022