Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 11.45 WIB

Hujan Lebat-Angin Kencang Sapu Kota Delta Lagi

CUACA BURUK: Pengendara motor dibuat repot saat melintas di Jalan Raya Jati yang tergenang air. - Image

CUACA BURUK: Pengendara motor dibuat repot saat melintas di Jalan Raya Jati yang tergenang air.


JawaPos.com – Hujan lebat disertai angin kencang menyapu Kota Delta pada akhir pekan (22/1). Beberapa ruas jalan protokol dan permukiman warga pun kebanjiran. Bukan hanya itu. Sapuan angin juga membuat pohon-pohon bertumbangan di sejumlah kawasan.



Berdasar pantauan Jawa Pos, beberapa ruas jalan yang tergenang air lumayan tinggi, antara lain, Jalan Pahlawan. Tepatnya, dari arah kota menuju Jalan Jati, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Arus lalu lintas macet parah. Selain itu, kawasan terdampak banjir adalah Jalan Taman Pinang, Jalan Perum Pondok Jati, Jalan Gajah Magersari, dan Jalan Lingkar Barat.



Kawasan lain yang juga terbilang parah adalah sekeliling alun-alun. Air menggenang setinggi betis orang dewasa. Untung, petugas bergegas menghidupkan mesin pompa di depan rumah dinas Wabup, tepatnya di Jalan Sultan Agung. Genangan itu kemudian berangsur-angsur surut. Butuh waktu sekitar 40 menit untuk menyerap genangan sebelum air teralirkan ke saluran di sekitar Jalan Pagerwojo.



Selain banjir di banyak titik, pohon-pohon bertumbangan terpantau di beberapa lokasi. Di antaranya, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Taman Pinang, Jalan Pahlawan, Monumen Adipura, exit tol, Monumen Pancasila, Jalan Gading Fajar, dan Jalan Kombespol Duryat. Untung, tidak ada korban jiwa. Namun, pohon-pohon tumbang tersebut menimpa kabel PLN dan Telkom. Karena itu, aliran listrik di beberapa lokasi terpaksa diputus.



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo Dwijo Prawito menjelaskan, hujan memang terpantau sangat lebat. Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bulan-bulan ini merupakan puncak hujan. Dia mengimbau setiap warga agar mewaspadai hujan yang disertai angin lebat selama seminggu ke depan. ’’Memang ada pergeseran cuaca, gejala alam ini akan sering terjadi pada bulan ini,” jelasnya.



Sementara itu, Kepala Seksi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Moh. Rochjadi Hafiluddin menyatakan, banyaknya pohon tumbang itu murni disebabkan hujan lebat dan angin sangat kencang. ’’Karena memang curah hujan begitu lebat plus ada semacam angin kencang yang mengoyak pohon-pohon rimbun,” ujarnya.



Dia pun langsung terjun ke lapangan bersama tim penebang pohon DLHK untuk membersihkan batang yang tumbang. ’’Kami langsung bergerak cepat. Soalnya sempat ada yang menimpa mobil dan menimbulkan kemacetan parah,” imbuh pria yang akrab dipanggil Roy tersebut. Berdasar laporan, satu mobil yang tertimpa pohon itu berada di depan Lesehan Joyo.



Menurut Roy, sebagian besar titik pohon tumbang berada di kawasan kota. Di antaranya, di Jalan Taman Pinang dan Gading Fajar, ada tiga pohon tumbang. Selain itu, pohon tumbang terdapat di kawasan exit tol dan bundaran Monumen Adipura yang berdampak pada kemacetan parah sejak pukul 15.00. Kemacetan baru terurai mendekati waktu isya.



’’Kami langsung memangkas pohon-pohon yang tumbang di sembilan titik di seputaran Kota Sidoarjo,’’ ujarnya.



Meski karena cuaca buruk, Roy bakal mengevaluasi kekuatan pengakaran pohon-pohon yang tumbang. Mayoritas pohon yang roboh adalah jenis mahoni, sepatu dea, dan pule. Kelebihan tiga jenis pohon tersebut adalah pertumbuhan daunnya yang rimbun sehingga bisa menciptakan suasana kota makin sejuk. ’’Tapi, kelemahannya, kalau hujan angin kencang begini, cepat roboh. Pengakarannya memang kurang kuat,” katanya.



Roy menambahkan, hari ini pihaknya akan bergerak untuk memastikan apakah ada pohon yang waktu pemangkasannya telat. ’’Perhitungan saya, seharusnya belum waktunya memangkas. Tapi, karena ditimpa banjir dan hujan disertai angin, ya mungkin harus ada evaluasi perhitungan,” tuturnya.



Dihubungi terpisah, Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo M. Bahrul Amig mengatakan, dirinya juga ikut mengontrol pemangkasan pohon. Terutama di sekitar Monumen Adipura yang sedang mengalami renovasi setelah tersambar petir beberapa waktu lalu. ’’Terus semangat. Semua harus segera ditangani,” tandas Amig yang memberikan dorongan kepada jajarannya.



Amig juga menginstruksi jajarannya agar semakin teliti dan sigap mengantisipasi cuaca yang makin buruk akhir-akhir ini. ’’Kewaspadaan harus naik level. Nggak bisa disamakan dengan kondisi biasa,” katanya.



Di lain pihak, mantan camat di beberapa kecamatan itu berharap masyarakat ikut introspeksi. Menurut dia, selama ini masih banyak kebiasaan masyarakat yang bisa memperburuk kondisi lingkungan. Misalnya, membuang sampah sembarangan. ’’Musibah seperti ini harus menjadi renungan kita bersama,’’ tegas Amig. (jos/via/c7/hud/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore