
Ilustrasi
JawaPos.com - Dalam laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta 2016 muncul piutang sebesar Rp 11,8 triliun. Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah khawatir membuat laporan keuangan Pemprov DKI menjadi buruk. Menurutnya munculnya angka hutang berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Asalnya adalah kewajiban dari berbagai pihak yang belum ditagih oleh pemprov," ujar Saefullah, kemarin (7/2). Angka itu, kata Saefullah, merupakan akumulasi kewajiban yang belum tertagih sejak 15 hingga 20 tahun lalu.
Dia memprediksi piutang itu berasal dari kewajiban pengembang atas penerbitan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan (SP3L) dan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). Pihaknya telah membentuk tim khusus bernama majelis pertimbangan aset daerah. Tim itu akan menelusuri piutang kewajiban dari pihak-pihak mana saja yang belum terselesaikan.
"Temuan BPK Rp 11,8 triliun itu bikin catatan buruk keuangan kami, makanya harus diselesaikan. Kalau memang itu ada ya mana barangnya, kalau ada barang yang belum dicatat ya dicatat," ujar Saefullah.
Dia menambahkan, akan segera mencari barang yang dimaksud. "Ini kalau cuma catatan, barangnya nggak ada, buat apa. Makanya kami minta tolong dihapus sama BPK. Ditelusuri dulu, kalau sudah nggak ketemu gimana?" tanya dia.
Namun, secara keseluruhan Saefullah mengatakan, laporan termasuk baik. Pihaknya juga telah menyelesaikan laporan keuangan tepat waktu. Laporan keuangan itu akan segera dilaporkan ke BPK.
Dia juga menjelaskan, penyelesaian laporan keuangan kali ini dilakukan lebih cepat dari biasanya. Pada tahun sebelumnya, penyelesaian laporan keuangan diselesaikan pada Maret atau tiga bulan setelah tutup buku. Namun, tahun ini pencatatan lebih cepat karena menggunakan sistem berbasis akrual. Sistem ini mempermudah pencatatan neraca pembayaran Pemprov DKI.
"Kami sudah siapkan, tinggal kami serahkan ke BPK. Kami kan pakai accrual basis, jadi neraca keuangan sudah oke, cash flow bisa dilihat setiap hari, saldo juga bisa dimonitor. Jadi setiap hari bisa dimonitor keuangan kami," terangnya. (wok/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022