Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Maret 2018 | 16.37 WIB

Begini Keseharian CW dan Lima Anak Adopsinya Tinggal di Hotel Mewah

CW, 60, seorang perempuan yang mengasuh lima orang anak di hotel - Image

CW, 60, seorang perempuan yang mengasuh lima orang anak di hotel

JawaPos.com - Dugaan kekerasan CW, 60, seorang nenek yang mengasuh lima anak di hotel mewah masih menjadi misteri. Pasalnya, keseharian wanita berambut putih itu jauh dari kekerasan. Namun, karena adanya laporan dari salah satu anak yang diadopsi berinisial F membuat CW harus berurusan dengan aparat kepolisian.


Siti Khodijah, 25, salah seorang putri asuh dari CW membantah mentah-mentah soal dugaan kekerasan itu. Perempuan dengan potong pendek tersebut menceritakan kisah kesehariannya selama tinggal di hotel.


"Mami itu kalo di hotel suka merajut. Dia hobi merajut selebihnya mengurus anak-anak. Anak-anak yang lain juga seperti biasa, bermain, bercanda sekolah (home schooling)," katanya di depan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polda Metro Jaya, Jumat (16/3).


Dia juga membantah ketika anaknya dikurung di kamar mandi atau disuruh tidur di kamar mandi. Selain itu dia juga membantah ketika anak-anak diberikan makanan basi.


"Selama ini Mami ngga pernah nyuruh mereka tidur di sana (kamar mandi). Kalau makan ya kita makan seperti biasa sehari-hari aja. Kalau pagi makan di hotel, kalau siang beli diluar atau makan di restoran. Ngga ada makan basi, gimana mau makan makanan basi kan kita ngga nyimpen makanan," tuturnya.


Bantahan lainnya yang diutarakan oleh Siti, ketika adanya pemisahan kamar dan perbedaan makanan selama tinggal di hotel mewah tersebut.


"Ngga ada yang dipisah. Kan kamar ada dua, kamar yang satu itu ada aku (Siti), Mami, sama Timi. Terus kamar yang kedua rafael, olive, arul, sama edo. Kita kalau makan juga sama aja ngga ada yang dipisahin. Tapi memang ada yang di duluin karena mereka makannya susah," cerita Siti.


Fakta lainnya yang dikatakan Siti, mereka tidak tidur di kamar yang bersampingan. Hal itu dikarenakan mereka tidak mendapatkan kamar. "Kalao aku sama mami itu di lantai 14, sedangkan yang lainnya di lantai 19. Iya kepisah, soalnya ngga dapet kamar yang sampingan gitu," pungkasnya.


F sendiri merupakan anak yang sudah besar. Sehingga CW selalu mengingatkan agar tidak pergi terlalu jauh. Maka F sendiri selalu main di sekitaran hotel, seperti kolam renang atau di luar hotel untuk ke warung.


F salah aatu anak adopsi CW juga diceritakan suka mencuri uang. Namun Mami orang tua aauh F tidak pernah melakukan kekerasan. Hanya memukul telapak tangan dan bokong.


"Suka ambil uang mami. Kalau mami kan sudah tua, mami suka minta pijit kita. Nah giliran arul (F) lagi pijit mami, kita kan lagi di depan. Biasa kalau mami minta pijit kan suka ketiduran, terus tas ditaro di samping mami, jadi arul buka diem-diem dan ambil uang mami," cerita Siti.


"Mami juga tidak pernah melakukan kekerasan. Kalau nakal palong cuma dipukul telapak tangannya sama bokong. Mami juga bilang 'kalau begini terus arul akan dipindahin ke pesantren. Karena sikap arul ngga bagus buat adik-adiknya yang lain', mami ngomong gitu saja," pingkas Siti.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore