
ilustrasi One Piece. (screenrant.com)
JawaPos.com – One Piece dirilis kali pertama pada 1999 dengan babak Romance Dawn Arc. Sejak saat itu, serial buatan Eiichiro Oda itu telah berkembang menjadi 33 babak cerita yang merupakan bagian dari 11 saga.
Setiap babak cerita One Piece penting dalam memahami pembangunan dunia yang masif di dalamnya. Penggemar diperkenalkan dengan berbagai macam karakter, ras mereka, kemampuan, dan bahkan sikap mereka yang terkait erat dengan plot.
Penggemar didorong untuk jeli dalam memahami setiap kata yang terlontar atau narasi yang disajikan. Karena di dalam narasi itu mengandung informasi penting meski hanya sekilas diucapkan.
Dengan One Piece memasuki Final Saga, ceritanya pun kian intensif. Babak pertama dari saga terakhir ini, Egghead, baru saja rampung. Kini, serial itu memasuki babak Elbaf yang semakin mendekatkan penggemar pada akhir cerita itu.
Dari babak cerita pertama sampai saat ini, semua peristiwa yang terjadi saling terkait dan berpengaruh satu sama lain. Orang yang baru saja ingin mengikuti One Piece pastinya wajib tahu urutan babak ini sebagai panduan mereka untuk mencari informasi penting.
Mengutip One Piece Fandom, berikut urutan babak One Piece dari yang pertama sampai saat ini.
Babak awal One Piece ini memperkenalkan sosok Monkey D. Luffy. Bagaimana dia bisa terinspirasi untuk menjadi Raja Bajak Laut, hubungannya dengan Shanks, dan insiden dia memakan Gomu Gomu no Mi. Di perjalanan awalnya, Luffy bertemu Koby yang masih menjadi anak buah Bajak Laut Alvida.
Saat tiba di Shells Town, kedua orang itu bertemu Kapten Marinir Morgan si Tangan Kapak, anaknya, Helmeppo, dan pemburu bajak laut bernama Roronoa Zoro.
Luffy berhasil menggaet Zoro untuk menjadi kru bajak lautnya. Sementara, Koby berusaha untuk mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Marinir.
Orange Town mengisahkan pertemuan pertama Topi Jerami dengan seorang pencuri bernama Nami, yang membenci bajak laut. Tapi, karena punya tujuan sama, mereka akhirnya bekerja sama.
Trio itu berusaha membebaskan kota tersebut dari cengkeraman Buggy. Babak ini juga menjadi babak awal pengenalan Grand Line kepada penggemar.
Nami akhirnya sepakat menjadi navigator duo Luffy dan Zoro. Ketiganya lalu pergi ke Desa Sirup untuk mencari kapal. Mereka malah bertemu seorang pembohong bernama Usopp dan berhadapan dengan Bajak Laut Kucing Hitam.
Setelah selesai mengatasi masalah di desa itu, trio itu pun mendapatkan kapal bernama Going Merry dan siap berlayar mengarungi Grand Blue dengan Usopp bergabung sebagai penembak jitu.
Luffy dkk terus mencari kru. Mereka lalu pergi ke restoran bernama Baratie untuk mendapatkan seorang koki. Tapi, restoran itu malah diserang Don Krieg, yang kembali dari Grand Line setelah diserang Dracule Mihawk. Dia ingin menggunakan kapal restoran itu untuk kembali ke lautan.
Luffy dkk pun turun tangan membantu. Di saat itulah, mereka bertemu Sanji, koki berbakat dari Baratie. Zoro lantas berhadapan dengan Mihawk. Kru itu lalu mendengar tentang Pulau Manusia Ikan. Sanji lantas bergabung dengan kru Topi Jerami sebagai koki.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
