
Foto dua macam hiasan pohon natal berbentuk lonceng. (freepik)
JawaPos.com - Hari Raya Natal merupakan momen penting bagi umat Kristen untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Suasana perayaan ini identik dengan kebahagiaan, kehangatan, dan keceriaan yang menyatukan banyak orang.
Dalam perayaannya, gereja-gereja biasanya mengumandangkan berbagai lagu khas Natal. Beberapa lagu tersebut merupakan karya klasik yang telah dikenal sejak lama, sementara lainnya merupakan lagu baru yang diciptakan untuk menambah semarak suasana Natal.
Dari sekian banyak lagu Natal yang populer, karya klasik seperti “Jingle Bells” menjadi salah satu yang paling dikenal dan tak pernah lekang oleh waktu.
Sejarah
Menurut Classical California KUSC, lagu “Jingle Bells” diciptakan oleh James Lord Pierpont pada tahun 1850. Ia merupakan seorang penulis lagu asal Massachusetts, Amerika Serikat.
Pada masa itu, James ingin mengenang tradisi perlombaan kereta luncur yang rutin diadakan setiap tahun di kota kelahirannya, Medford, saat perayaan Thanksgiving.
Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1857 dengan judul awal “One Horse Open Sleigh”. Versi aslinya memiliki tiga bait tambahan yang kini jarang dinyanyikan. Liriknya bercerita tentang sepasang kekasih muda yang menaiki kereta luncur, namun akhirnya terguling di tumpukan salju.
Berdasarkan catatan MyHeritage, popularitas lagu ini melonjak berkat perkembangan teknologi modern sekitar satu abad kemudian. Ketika radio mulai mudah diakses, versi lagu “Jingle Bells” yang dinyanyikan oleh Bing Crosby dan The Andrews Sisters pada tahun 1943 sering diputar menjelang Natal.
Rekaman tersebut memperkuat citra lagu ini sebagai lagu khas perayaan Natal. Suara lonceng yang terdengar di bagian refrain menambah nuansa musim dingin dan mengingatkan pada gambaran Sinterklas yang meluncur dengan kereta saljunya, menjadikannya ikon musik Natal yang abadi.
James Lord Pierpont
Komposer asal Amerika Serikat, James Lord Pierpont, lahir di Boston, Massachusetts, pada tahun 1822. Ia tumbuh dalam keluarga besar dengan lima saudara, sementara ayahnya dikenal sebagai pendeta, penyair, dan tokoh abolisionis yang menentang perbudakan.
Pada usia 10 tahun, James dikirim ke sekolah asrama di New Hampshire, tetapi kehidupan di sana tidak cocok untuknya. Setelah empat tahun, ia memutuskan kabur dan kemudian menjadi pelaut di kapal pemburu paus. Petualangannya di laut berlanjut hingga ia bergabung dengan angkatan laut dan bertugas hingga usia 21 tahun.
Usai meninggalkan kehidupan militer, James kembali ke keluarganya yang kini tinggal di New York, di mana sang ayah bertugas sebagai pendeta. Tak lama setelah itu, ia menikah dan menetap di Medford, Massachusetts, serta dikaruniai tiga anak.
Tahun 1849, saat terjadi Demam Emas California, James memutuskan pindah ke San Francisco untuk mencari peruntungan, meninggalkan keluarganya di Massachusetts. Di sana ia membuka usaha fotografi, namun sayangnya tempat usahanya terbakar habis.
Setelah peristiwa itu, James kembali ke keluarganya yang telah berpindah ke Savannah, Georgia. Bersama saudaranya, John, ia bekerja sebagai pianis sekaligus direktur musik gereja. Ia juga membuka kelas piano dan vokal, yang menjadi awal mula kariernya sebagai penulis lagu.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
