
Poster Greenland 2: Migration. (Istimewa)
JawaPos.com - Enam tahun lalu pada 2020, sutradara Ric Roman Waugh merilis sebuah film bertema bencana kiamat berjudul Greenland. Dibintangi Gerard Butler dan Morena Baccarin, film ini berkisah tentang perjuangan sepasang suami-istri bersama putranya untuk meloloskan diri dari kehancuran dunia yang disebabkan oleh jatuhnya sebuah komet raksasa bernama Clarke.
Meski sebetulnya tidak membawa sebuah hal yang benar-benar baru dan fresh, Greenland cukup mendapatkan respons yang positif. Terlebih, film ini juga rilis ketika dunia sedang dilanda bencana Covid-19 yang membuat banyak orang merasa relate dengan ketakutan yang dialami para lakon di dalam film, meskipun dalam bentuk yang berbeda.
Berangkat dari kesuksesan itu, sang sutradara akhirnya melanjutkan perjuangan keluarga John Garrity dan sisa-sisa umat manusia yang mampu bertahan hidup untuk menemukan lokasi betul-betul aman dari dampak jatuhnya komet Clarke lewat Greenland 2: Migration.
Sesuai dengan judulnya, film ini menggambarkan bagaimana manusia yang sudah mencapai titik aman di pulau Greenland terpaksa bermigrasi karena lokasi tersebut sudah tidak lagi aman.
Greenland 2: Migration mengambil latar 5 tahun setelah kejadian film pertama, di mana John Garitty (Gerard Butler) terus berusaha menemukan cara bagaimana ia beserta keluarga dan para umat manusia lain di Greenland bisa betul-betul hidup aman dari dampak komet Clarke yang masih menghantui seluruh penjuru bumi.
Dari hasil penelitian bertahun-tahun, timbul satu pertanyaan di benak John: Bagaimana jika lokasi paling aman di dunia adalah tempat jatuhnya komet Clarke? Apakah sudah ada peradaban baru di sana? Seberapa besar kemungkinan manusia hidup dengan damai di sana?
Bagai gayung bersambut, John bersama anak dan istrinya, yakni Nathan Garitty (Roman Griffin Davis) dan Allison Garitty (Morena Baccarin) mau tidak mau harus meninggalkan bunker tempat mereka berlindung selama ini karena sisa-sisa pecahan komet Clarke, yang terjebak atmosfir bumi akibat fenomena alam bernama Cincin Hantu, akhirnya tiba di Greenland. Dalam hitungan menit, Greenland hancur lebur tak tersisa.
Berhasil meloloskan diri dengan sebuah kapal kecil bersama sisa-sisa manusia yang selamat, John dkk akhirnya terdampar di daratan Inggris. Di sinilah petualangan John untuk menemukan kawah bekas komet Clarke jatuh dimulai.
Berbeda dengan film pertamanya, Greenland 2: Migration tidak menawarkan ketegangan dan keputusasaan maksimal lewat kehancuran yang begitu luar biasa.
Alih-alih demikian, entah apa alasannya, sekuel ini terkesan serba nanggung.
Segala bentuk ancaman terhadap para lakonnya memang tetap ada dan cukup konstan, namun konfliknya tidak pernah mencapai titik maksimal karena terlalu banyak konflik yang terjadi. Belum selesai mencerna konflik pertama, sudah disuguhkan oleh konflik kedua yang, sebetulnya, tidak penting-penting amat.
Akibatnya, seluruh rangkaian film ini nyaris terasa datar. Dari sudut pandang pribadi, film ini kurang bisa membawa penontonnya ikut larut dalam pergulatan emosi John Garitty dalam menemukan tujuannya di tengah kondisi yang serba pincang dan tidak menguntungkan.
Adegan pamungkas dari film ini yang semestinya bisa begitu menyentuh hati pun mengecewakan karena semuanya lahir dari rangkaian kejadian yang terkesan diseksekusi secara terburu-buru. Padahal, chemistry antara para lakon utamanya, terutama Gerard Butler dan Morena Baccarin, sudah terjalin begitu kuat dan mengalir.
Secara keseluruhan, Greenland 2: Migration sebetulnya bukan film yang buruk. Film ini tetap layak diberi kesempatan untuk disaksikan, khususnya untuk para penggemar genre disaster. Namun, dengan budget USD 90 juta yang notabene nyaris tiga kali lebih besar dari prekuelnya, film ini gagal memaksimalkan potensinya dan berakhir menjadi film bencana generik yang cenderung datar-datar saja.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
