
Poster NieR: Automata. (SquareEnix)
JawaPos.com - Video game, apapun platformnya, biasanya memberikan misi dan tujuan default yang nyaris sama kepada para pemainnya: menyelamatkan dunia dan membasmi kejahatan. Namun, ada satu franchise game yang justru mengajak pemainnya tidak hanya bermain, tapi juga berpikir kritis tentang makna kehidupan: NieR.
Alih-alih menawarkan kisah heroisme klasik, seri karya Yoko Taro yang secara garis besar sudah hadir dalam 3 judul ini perlahan memaksa pemain menghadapi 1 pertanyaan yang reflektif, sunyi, namun sangat mengganggu:
"Bagaimana manusia hidup setelah Tuhan tidak lagi ada?"
Pertanyaan sederhana, namun sangat disturbing secara psikologis.
Bagi yang sudah memainkan setidaknya dua judul game ini, yakni NieR (yang memiliki dua versi alternatif berjudul NieR Gestalt dan NieR Replicant) serta NieR: Automata, tidak bisa dipungkiri bahwa pertanyaan di atas terus menerus menghantui alam bawah sadar para player-nya.
Dalam NieR: Automata, dikisahkan bahwa para android diberi perintah oleh manusia untuk terus berperang melawan bangsa mesin yang menginvasi bumi. Para protagonis utama di dalamnya, yakni Android 2B, 9S dan A2 harus susah payah menjalankan misi berbahaya, bahkan mengorbankan diri hanya untuk menemukan sebuah fakta mencengangkan yang sungguh-sungguh di luar nalar: Manusia, selaku entitas yang menciptakan para android, sebenarnya sudah lama punah.
Fakta ini pun akhirnya membuka pola pikir baru: Jika manusia yang merupakan 'Tuhan' dari para android sudah mati, lalu apa tujuan eksistensi para android tersebut?
Dunia tetap berputar. Perang terus berlanjut. Namun, dasar untuk mereka melakukan semua ini sebetulnya sudah tidak ada lagi.
Tidak penting lagi. Tidak relevan lagi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
