
Adegan film 'Passenger'. (Paramount Pictures)
JawaPos.com - Tidak cukup banyak film horor di era modern yang bisa mempertahankan ketegangan dan kualitas cerita dari awal hingga akhir. Kebanyakan dari mereka memulai dengan cukup baik dan menjanjikan, namun lama-kelamaan, entah apa faktornya, menjadi sangat menjemukan dan akhirnya menjadi karya yang mudah dilupakan.
Passenger, sebuah film horor terbaru karya sutradara Norwegia André Øvredal adalah salah satu film yang mengalami hal ini.
Setelah namanya melambung lewat beberapa judul horor seperti The Autopsy of Jane Doe, Scary Stories to Tell in The Dark, dan Umma yang sama-sama kental dengan nuansa folk horror, André Øvredal mencoba untuk bereksperimen dengan urban legend iblis pembunuh yang menyasar orang-orang yang sedang berkendara.
Passenger bercerita tentang sejoli bernama Maddie (Lou Llobell) dan Tyler (Jacob Scipio) yang sedang melakukan road trip dengan van mereka.
Perjalanan mereka yang awalnya menyenangkan berubah menjadi ketegangan setelah keduanya bertemu dengan seorang pengendara mobil yang sekarat di jalan.
Penasaran dengan kondisi sang pengendara, Maddie dan Tyler pun turun dari van mereka, tanpa menyadari bahwa sesuatu yang jahat diam-diam masuk ke dalam van mereka dan terus menghantui perjalanan keduanya.
Dari sana, Maddie mulai mengalami hal-hal aneh. Mobil yang berpindah sendiri, sosok asing yang tertangkap dashboard cam, sampai dicekik dengan seat belt oleh kekuatan misterius.
Baca Juga: Sirkus Tragis Tanpa Katarsis: Voyeurisme Menjijikkan Manusia Terhadap Penderitaan dalam 'Midori'
Dalam kefrustrasian, Maddie dan Tyler akhirnya mengetahui makhluk macam apa yang menguntit mereka. Bersama-sama, mereka terpaksa menempuh perjalanan panjang untuk mengenyahkan sosok itu selamanya.
Di awal hingga pertengahan film, Passenger masih menjadi film yang sangat bisa dinikmati. Beberapa teknik pengambilan kamera yang meresahkan dan ketiadaan musik di malam hari kerap kali membuat penonton menahan napas sembari menduga-duga apa yang bakal terjadi.
Namun, lama kelamaan, Passenger mulai terasa seperti film horor murahan. Porsi jumpscare yang awalnya diberikan pada timing yang tepat, lama-lama menjadi terlalu banyak hingga titik menjemukan, bisa diterka dan bahkan murahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022