Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Maret 2019 | 00.17 WIB

Kemendagri Sejalan dengan Wacana Sandiaga Soal Penggunaan e-KTP

Cawapres Sandiaga Uno, dal am acari debat Minggu (17/3) Malam - Image

Cawapres Sandiaga Uno, dal am acari debat Minggu (17/3) Malam

JawaPos.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) angkat bicara soal pernyataan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang akan memberikan fasilitas kesehatan dan lainnya melalui kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Apa yang dilontarkan Sandi sejalan dengan Dukcapil Kemendagri.


"Sebenarnya e-KTP arahnya ke sana. Oleh karena itu dukcapil bekerja sama dengan seluruh lembaga dalam kerangka menggunakan identitas tunggal," kata Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo saat dikonfirmasi, Senin (18/3).


Hadi menuturkan, terdapatnya chip dalam e-KTP digunakan untuk menyimpan identitas tunggal. Hal ini dapat digunakan secara detail untuk keperluan perbankan, kesehatan dan lainnya.


"Sehingga rekam medisnya tahu, rekam jejaknya tahu, terus kemudian terkait kepentingan perbankan, kepentingan untuk kelakuan baik. Karena di sana ada chipnya," ucap Hadi.


Oleh karena itu, untuk memanfaatkan penggunaan chip dalam e-KTP, Kemendagri mengklaim sudah melakukan kerjasama dengan lembaga terkait.


"Dukcapil kerja sama baik dengan perbankan, kesehatan dan pendidikan yang saat ini di dalam pemerintahan pak Jokowi-JK sudah mulai dibuat," klaim Hadi.


Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno menyindir kartu-kartu yang dipamerkan oleh lawannya, Ma'ruf Amin, dalam debat cawapres. Sandi menyatakan rakyat terbebani oleh banyak kartu tersebut.


"Sudah kita sampaikan rakyat terbebani dengan banyak kartu," kata Sandi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3).


Sandiaga mengatakan, banyaknya kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah akan menjadi beban anggaran negara. Karena itu, dia ingin menjadikan KTP elektronik sebagai kartu yang dapat menjadi akses ke berbagai program pemerintah.


"Pasti ada birokrasi, ada biaya, ada beban negara menghabiskan triliunan (rupiah). KTP elektronik kan ada chip, ada digital economy yang di belakang KTP kita. Kita akan gunakan KTP tersebut sebagai konsolidator program pemerintah. Jadi belum cukup membawa kartu tersebut ke fasilitas pemerintah untuk mendapat layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan," jelasnya.


Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore