
Para penerbang bersiap untuk latihan terbang malam.
JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI telah menggelar pertemuan dengan perusahaan pesawat tempur asal Prancis, Dassault Aviation. Dalam pertemuan ini membahas rencana pembelian jet tempur multy role Rafale.
Terkait itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang mengatakan, proses pembelian pesawat tempur menjadi kewenangan Kemenhan. TNI AU hanya menyerahkan daftar kebutuhan untuk misi menjaga keadualatan bangsa.
"Proses tersebut saat ini sudah di Kemhan RI. TNI AU sudah memberikan opsi request dan spesifikasi teknologi yang diperlukan," kata Indan saat dihubungi, Sabtu (13/2).
Indan menuturkan, dalam Perencanaan Strategis (Renstra) TNI AU membutuhkan jenis pesawat temour Multy Role Combat Aircraft (MRCA). Pesawat jenis ini memiliki kemampuan udara ke udara (air to air) dan udara ke daratan (air to ground).
"Untuk kebutuhan jumlah pesawat, diproyeksikan untuk menggantikan pesawat yang sudah rundown dan Satuan/Skadron baru," jelasnya.
Adapun pesawat yang sudah rundown yang dimaksudnya yakni pesawat tempur jenis F5. TNI AU memiliki pesawat tersebut sebanyak 16 unit.
Di sisi lain, saat disinggung apakah Rafale telah memenuhi kriteria kebutuhan TNI AU, Indan masih enggan menjawabnya. Menurutnya, TNI AU menghormati proses pengadaan yang masih berjalan di Kemenhan. "Masih proses," tandasnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Potensi Keamanan (Ditjen Pothan) Kemenhan RI menerima kunjungan perusahaan pesawat tempur asal Prancis, Dassault Aviation pada Kamis (11/2). Dalam pertemuan ini, kedua pihak sempat membicarakan kerja sama akuisisi pesawat jet tempur multi role Rafale.
Berdasarkan keterangan resmi dari laman resmi Kemhan, dalam pertemuan ini Kemenhan diwakili oleh Dirjen Pothan, Mayjen TNI Dadang Hedrayudha, didampingi Dirtekindhan, Laksma TNI Sri Yanto. Sedangkan pihak Dassault Aviation diwakili oleh Vice President Business Development, Jean Claude Piccirillo, dan Vice President Offset Dassault, Michael Paskoff
"Ditjen Pothan menyambut baik kedatangan tim Dassault dalam rangka kerja sama akuisisi pesawat tempur multi role rafale produksi Dassault Prancis," kata Dadang, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/2).
Kabar pembelian jet tempur Rafale sendiri sempat menguat usai Menhan Prabowo Subianto berkunjung ke Hotel de Brienne, Prancis pada 21 Oktober 2020 lalu. Prabowo menunjukan ketertarikannya terhadap jet tempur tersebut. Dia bahkan ingin segera menyelesaikan kesepakatan pembelian 48 unit Rafale.
Jet tempur Rafale merupakan pesawat serba guna untuk penerbangan tempur. Pesawat ini bisa beroperasi dari kapal induk, dan pangkalan pantai. Rafale juga mampu memberikan dukungan udara jarak dekat, serangan mendalam, pengintaian, serangan anti kapal, dan pencegahan nuklir.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/MK6wNQzBB4A
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022