Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 April 2021 | 19.24 WIB

Imbas Siklon Tropis Surigae, 9 Provinsi Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

Mendung tampak di atas kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021). BMKG sebelumnya telah memprediksikan bahwa selama dua hari terakhir, yaitu 18-19 Februari 2021, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) memang berpeluang - Image

Mendung tampak di atas kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021). BMKG sebelumnya telah memprediksikan bahwa selama dua hari terakhir, yaitu 18-19 Februari 2021, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) memang berpeluang

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Siklon Tropis Surigae diperkirakan mengalami kenaikan intensitas dalam 24 jam ke depan. Siklon tersebut saat ini berada di perairan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat dan terus bergerak mengarah ke barat laut.

Berdasarkan analisis yang dikeluarkan BMKG, Siklon Tropis Surigae cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Namun, tetap memberikan dampak tidak langsung bagi sejumlah provinsi di tanah air.

"Menurut prediksi BMKG hingga Sabtu (17/4) pukul 19.00 WIB, posisi siklon tropis tersebut masih akan berada di perairan Samudra Pasifik dan diperkirakan bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11.7 LU dan 129.7 BT, atau sekitar 1.040 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/4).

Siklon tropis ini diperkirakan akan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.

"Akibat adanya pergerakan dan fenomena siklon tropis tersebut, maka BMKG memprediksi dampaknya dapat berupa potensi hujan lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di 9 wilayah," imbuh Raditya.

Sembilan wilayah yang dimaksud yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Kemudian, gelombang air laut setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Kepulauam Sitaro, Perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, dan Perairan Biak hingga Jayapura.

Selanjutnya, gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Talaud dan Perairan utara Halmahera. "Adapun gelombang air laut setinggi 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat," pungkas Raditya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore