Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juni 2021 | 04.49 WIB

Gus Jazil Minta Pemerintah Lebih Peduli terhadap Anjal dan Pengamen

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta pemerintah baik di daerah maupun pusat untuk memberikaan pembinaan yang baik terhadap anak-anak jalanan (anjal), seperti musisi jalanan atau pengamen. Menurutnya, mereka adalah juga warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama dengan lainnya.

Tokoh yang biasa disapa Gus Jazil ini mengaku prihatin adanya kejadian seperti terlihat di video yang viral di media sosial, beberapa hari lalu, soal adanya Satpol PP di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) yang mematahkan sejumlah ukulele milik pengamen. Video viral tersebut memicu kecaman dari banyak pihak. Aksi tersebut menjadi sorotan di media sosial (medsos). Warganet menilai aksi oknum Satpol PP tersebut arogan dan tak solutif dalam penanganan pengamen.

"Mereka adalah warga negara Indonesia juga yang punya hak sama dengan kita untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Di era yang sulit ini, mari kita kuatkan persatuan, persaudaraan, termasuk dengan anak jalanan sebab kita harus menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang kuat, masyarakat yang bersatu," tutur Gus Jazil saat menerima Komunitas Anak Jalanan (Komjal) di ruang kerjanya, Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (14/6/2021).

Dikatakan Gus Jazil, keberadaan mereka yang mencari nafkah di jalanan sebagai pengamen atau aktivis sosial justru menjadi peluang buat masyarakat lainnya untuk bisa saling berbagi. "Toh mereka juga bagian dari bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah daerah pusat dan juga pemerintah pusat harus mampu membuat kebijakan yang juga bisa melindungi dan membina mereka. Pembinaan bukan berarti membuat mereka tersakiti di jalanan. Tapi bagaimana pembinaan itu menjadikan mereka memiliki makna hidup dan bisa memberikan manfaat bagi bangsa. Itu sebenarnya kuncinya," tuturnya.

Menurutnya, sebagai warga negara Indonesia, anak jalanan juga memiliki hak untuk hidup secara layak dan memiliki masa depan. Apalagi, umumnya mereka adalah anak-anak muda yang memang memerlukan pembinaan. "Banyak dari mereka ini anak-anak muda cuma karena berbagai kekurangan, seperti ekonomi dan lainnya sehingga butuh bantuan pembinaan. Saya pikir jalanan itu bukan untuk hidup selama-lamanya, tapi mereka berada di jalanan itu sebagai bagian dari eksepresi seni, ekspresi sosial, kesetiakawanan mereka disitu," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sementara itu, Ketua Umum Komjal Iyan, mengaku bersyukur bisa diterima dengan cukup baik di ruang kerja Gus Jazil. ”Alhamdulillah, hari ini, saya diterima oleh Bapak Wakil Ketua MPR, Pak Jazilul Fawaid. Kami ingin beliau membantu kami untuk masalah legalitas Komunitas Anak Jalanan. Kami bersilaturahmi dengan beliau dan diterima dengan baik. Kami seolah berada di ruang kreasi. Pemikiran orang-orang di luar sangat sulit untuk masuk ke Gedung DPR/MPR ini, ternyata tidak. Atas nama Komunitas Anak Jalanan, terima kasih atas dukungan Pak Jazil," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore