
Sejumlah badut badut ikut meramaikan sosialisasi vaksinasi tingkat RW di kawasan Sudimara, Pinang, Kota Tangerang, Selasa (14/9/2021). Aksi para badut yang menghibur ini mengajak masyarakat untuk ikut menjalani vaksinasi Covid-19. Foto: Dery Ridwansah/ Ja
JawaPos.com - Indonesia memiliki peran dalam menuntaskan pandemi Covid-19 secara global. Hal ini, karena Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki 3,5 persen populasi dunia dan sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah melebihi luas wilayah di Eropa Barat.
"Karakteristik demografis dan geografis inilah yang menjadi sebuah tantangan sekaligus keistimewaan bagi Indonesia dalam pengendalian Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Kamis (16/9).
Tantangannya, ialah Indonesia berisiko berkontribusi cukup besar dalam kasus dunia mengingat kepadatan populasi. Serta banyaknya pintu masuk pendatang ke Indonesia.
Namun, jika Indonesia mampu mengendalikan Covid-19 dengan baik, maka akan memberi pengaruh besar dalam pengendalian Covid-19 secara global.
Karena itu, vaksinasi sebagai salah satu pilar pengendali Covid-19, saat telah dijadikan syarat penurunanan level daerah demi meningkatkan capaian vaksinasi nasional. Saat ini, cakupan nasional telah melampaui 24 persen dari target yang ditetapkan WHO.
Pemerintah akan mengupayakan secara maksimal target vaksinasi 40 perssn populasi di setiap negara padavakhir 2021, dan selanjutnya 70 persen di pertengahan 2022 sesuai arahan WHO.
Selanjutnya, Indonesia wajib berpartisipasi mengatasi kesenjangan vaksinasi antara negara melalui beberapa langkah yang diambil. Seperti Indonesia melalui Menlu mendorong percepatan vaksinasi global melalui peningkatan produksi vaksin dengan dilakukan diversifikasi produksi, perluasan jenis vaksin yang disalurkan COVAC.
Lalu, peningkatan kapasitas vaksinasi negara-negara AMC atau Advance Market Commitment yaitu negara dengan hak mengakses vaksin sebesar 20 persen dari total.
"Ini adalah bentuk solidaritas global untuk mendukung distribusi vaksin berkeadilan," imbuh Wiku.
Indonesia ikut berkomitmen setidaknya sampai di akhir tahun ini memberikan vaksin booster kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas kesehatan sebagai populasi berisiko.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang dalam menetapkan rencana hidup berdampingan dengan Covid-19, Indonesia pun ikut serta dalam perumusan deklarasi diantara negara G20 dan beberapa badan lainnya seperti WHO, Unicef, Bank Dunia dan GAVI.
"Deklarasi ini menyatakan Indonesia sebagai negara yang ikut berkomitmen melakukan pemulihan paska pandemi, berkolaborasi dengan negara lain dalam menanggulangi pendemi menggunakan pendekatan One Health untuk inklusivitas penanganan kesehatan manusia, hewan, lingkungan yang saling terkait dan memberikan akses terhadap farmasi dan alat kesehatan yang mudah dan cepat," pungkas Wiku.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
