Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 April 2022 | 00.55 WIB

The Secrets of Dumbledore: Fantastic Beasts ke-3 yang Tidak Fantastis

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Saga Fantastic Beasts yang merupakan prekuel dari seri Harry Potter sebetulnya adalah film dengan konsep yang sangat menarik. Sayang, setelah film pertamanya yang begitu menghibur 6 tahun lalu, dua sekuelnya yang tayang di tahun 2018 dan 2022 gagal total memuaskan harapan.

Sekuel terakhir, Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore boleh dibilang belum bisa memperbaiki 'kerusakan' reputasi saga ini akibat film pendahulunya yang begitu mengecewakan.

Masih disutradarai oleh sineas David Yates, The Secrets of Dumbledore adalah lanjutan dari Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016), dan Fantastic Beasts: The Crimes of Grindenwald (2018).

Bagi yang sudah menonton The Crimes of Grindenwald dan menilai bahwa film tersebut jauh dari kata bagus, ada baiknya tidak usah berekspektasi terlalu tinggi dengan The Secrets of DumbledoreAlih-alih 'menebus dosa' dengan membuat film tersebut lebih baik dari dua film pendahulunya, The Secrets of Dumbledore malah membuat saga ini terkesan semakin tidak menarik untuk diikuti.

Sesuai dengan judulnya, The Secrets of Dumbledore secara garis besar bercerita tentang perjuangan Albus Dumbledore (Jude Law) dalam menghentikan rencana jahat Gellert Grindenwald (Mads Mikkelsen) yang berusaha menguasai peta dunia sihir dan memusnahkan kaum muggle alias ras manusia biasa.

Sekadar informasi, sosok Grindenwald sebelumnya diperankan oleh Johnny Depp dalam dua film terdahulu. Namun, Warner Bros akhirnya memutuskan untuk memecat Depp dan menggantikannya dengan Mikkelsen. Depp dipecat sebagai buntut dari kasus kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkannya dengan sang mantan istri, Amber Heard.

Untuk menghentikan Grindenwald, Dumbledore meminta bantuan magizoologist Newt Scamander (Eddie Redmayne), yang merupakan protagonis utama saga ini, untuk mengumpulkan ahli-ahli sihir terhebat kenalannya. Jacob Kowalski (Dan Fogler), muggle baik hati yang menjadi partner Newt sejak film pertama juga kembali hadir.

The Secrets of Dumbledore menitikberatkan hubungan antara Dumbledore dan Grindenwald sebagai dua insan yang pernah memadu kasih di masa lampau, sebelum akhirnya berpisah karena perbedaan pandangan terhadap dunia. Bagi yang belum tahu, fakta bahwa Dumbledore adalah seorang gay sebelumnya sudah diungkap di film kedua.

Mengingat bahwa nama Dumbledore terpampang di judul film ini, sudah sewajarnya penonton punya ekspektasi lebih untuk mengetahui lebih jauh seperti apa masa muda Dumbledore sebelum ia menjadi kepala sekolah dari sekolah sihir Hogwarts puluhan tahun kemudian.

Sayangnya, alur cerita film ini justru menjadi rumit bukan main akibat terlalu banyak sub-plot di dalamnya. Inilah kelemahan utama film ini.

Alhasil, The Secrets of Dumbledore justru menyajikan film yang tidak fokus dan ruwet secara alur, apalagi banyak sub-plot yang ditarik dari film keduanya. Jika mungkin Anda sudah lupa dengan beragam konflik yang ada di The Crimes of Grindenwaldsebaiknya Anda menonton ulang dulu film tersebut sebelum membeli tiket untuk menyaksikan The Secrets of Dumbledore

Kelemahan kedua, seperti yang pernah terjadi di film kedua, adalah terlalu sedikitnya hewan-hewan fantasi yang terlibat. Walaupun The Secrets of Dumbledore memunculkan satu spesies hewan baru yang berperan besar dalam film ini serta beberapa hewan lain, hal itu rasanya masih sangat kurang mengingat The Secrets of Dumbledore masing mengusung titel Fantastic Beasts di depannya.

Hal ini mungkin tidak jadi masalah untuk beberapa orang. Namun dari sudut pandang pribadi, jika kita berkaca pada Fantastic Beasts and Where to Find Them, rasanya hanya film itu yang cocok menyandang titel Fantastic Beasts. Karena, hanya di film tersebut hewan-hewan dunia sihir begitu tumpah ruah. Tidak salah jika ada tuntutan yang sama di film-film berikutnya, yang sayangnya tidak terjadi.

Beruntung, akting para pemain yang terlibat di film ini berhasil menjadi penyelamat: Redmayne mampu tampil brilian dan mempertahankan karakter Newt yang begitu khas dan membekas; Fogler masih kerap menjadi sumber kelucuan dari perannya yang kikuk dan jenaka sebagai Kowalski; Law yang mengemban peran sebagai Dumbledore mampu membawa penonton memahami kegalauan dan pergulatan batinnya; sementara tugas berat Mikkelsen menggantikan Johnny Depp sebagai Grindenwald pun layak diacungi jempol, terlepas ada atau tidaknya perasaan mengganjal akibat pergantian lakon.

Efek visual yang dihadirkan pun bisa menjadi nilai plus film. Adegan aksi sihir yang tersaji juga cukup mengundang rasa tegang. Sayang, semua nilai plus ini terkesan sia-sia akibat kemasan cerita yang tidak mendukung.

Secara keseluruhan, Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore tetap bisa menjadi tontonan pilihan, mekipun film yang cukup ditunggu-tunggu di 2022 ini harus diakui masih jauh sekali dari kata fantastis.

Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore akan tayang pada 13 April di bioskop Tanah Air.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore