
Mohammad Istiqamah Djamad. (Imam Husein/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kemunculan Payung Teduh bersama mantan vokalisnya, Mohammad Istiqamah Djamad alias Is, menjadi penampilan yang paling ditunggu-tunggu di Synchronize Festival pada Sabtu (8/10) malam. Untuk kali pertama, mereka akhirnya bereuni setelah lima tahun pisah.
Para penonton ikut bernostalgia menyanyikan lagu-lagu Payung Teduh saat Is masih menjadi bagian dari band tersebut. Penampilan Payung Teduh dan Is dibuka dengan lagu Angin Pujaan Hujan dan Menuju Senja. Sejumlah lagu populer juga dibawakan seperti Akad, Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan, Resah, dan Di Atas Meja. Serta, lagu baru kolaborasi mereka, Datang.
Intro dan alunan musik lagu-lagu Payung Teduh yang menenangkan sukses bikin penonton terhanyut suasana. Saking menikmatinya, penonton memohon kepada Payung Teduh dan Is untuk menyanyikan lagu tambahan meski waktu pertunjukan telah usai. Akhirnya, Is kembali menyanyikan Berdua Saja.
Di sela-sela penampilan, terdengar teriakan penggemar yang meminta Payung Teduh dan Is bersatu lagi. ’’Balikan, balikan,’’ seru penonton. Sayang, suara-suara tersebut tidak digubris oleh Is maupun personel Payung Teduh yang ada.
Saat konferensi pers, Is menyampaikan bahwa dirinya menolak untuk kembali mengisi posisi vokalis Payung Teduh. ’’Kalau tidak ada karya baru, saya tidak ingin bergabung lagi,’’ tegasnya. Dia berujar bahwa karya baru merupakan salah satu syarat untuk bereuni dengan Payung Teduh.
Menurut Is, momen itu hanyalah sebatas silaturahmi dan tidak lebih. Is merasa masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki antara dia dan rekan-rekannya yang masih bertahan. ’’Kalau mau ketemu, harus musnahin dulu yang kemarin-kemarin. Saya ingin berdamai dulu dengan tiga sahabat saya ini,’’ ucap Is.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
