Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 September 2023 | 21.28 WIB

Apa itu Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Kini Resmi Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Dunia Oleh UNESCO? Yuk Simak!

Tugu Pal Putih yang termasuk dalam garis imajiner Sumbu Filosofi Yogyakarta. (Dok. Keraton Yogyakarta) - Image

Tugu Pal Putih yang termasuk dalam garis imajiner Sumbu Filosofi Yogyakarta. (Dok. Keraton Yogyakarta)

JawaPos.com - Sumbu Filosofi Yogyakarta secara resmi ditetapkan jadi warisan budaya dunia oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).

Penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta tersebut disahkan dalam Sidang ke-45 Komite Warisan Dunia atau World Heritage Committe (WHC) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (18/9).

Sumbu Filosofi Yogyakarta, resmi diterima sepenuhnya tanpa sanggahan menjadi Warisan Budaya Dunia sesuai dokumen penetapan WHC 2345.COM 8B. 39.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada UNESCO dan seluruh lapisan masyarakat, yang telah mendukung upaya pelestarian Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia yang memiliki nilai-nilai universal yang luhur bagi peradaban manusia di masa kini dan mendatang," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam keterangan resminya.

Untuk diketahui, sumbu Filosofi Yogyakarta tak terlepas dari tatanan ruang wilayah Jogja yang sarat akan makna mendalam.

Dalam hal ini, Sumbu Filosofi Yogyakarta digambarkan dalam garis imajiner yang membentang lurus dari ujung utara hingga ke selatan.

Apa itu Sumbu Filosofi Yogyakarta?

Adanya Sumbu Filosofi Yogyakarta pertama kali diprakarsai oleh raja pertama Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Pada 1755 Hamengku Buwono I mencetuskan tatanan ruang Kota Yogyakarta yang dihasilkan dari proses menep atau perjalanan hidup.

Dalam hal ini tatanan ruang tersebut direpresentasikan dalam garis imajiner yang membujur dari utara ke selatan, dan jika ditarik akan menghubungkan tiga titik.

Di antaranya yakni laut selatan, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi sebagai porosnya.

Di antara ketiga titik itu, Hamengku Buwono I juga membangun Tugu Golong-gilig (Pal Putih) di sisi utara keraton, dan Panggung Krapyak di sisi selatan.

Maka jika ditarik lurus, semua elemen tata ruang ini membentuk garis imajiner yang dikenal sebagai Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Dikutip dari laman resmi Keraton Yogyakarta, Rabu (20/9) Sumbu Filosofi Yogyakarta rupanya memiliki makna yang cukup mendalam.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore