JawaPos.com - Doa sejatinya boleh dilakukan dalam berbagai bahasa karena Allah tentu memahami doa setiap Hamba-Nya dalam bahasa apa pun. Kendati demikian, doa yang utama untuk dipanjatkan adalah doa yang diajarkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Para Nabi banyak memberikan contoh doa kepada kita ketika mereka merasa melakukan kesalahan dan kemudian berdoa kepada Allah SWT. Salah satu doa yang tekenal dan kerap dibaca adalah doa dari Nabi Adam.
Penyesalan Nabi Adam yang sangat luar biasa ketika dia dan istrinya melakukan kesalahan fatal di surga memakan buah khuldi. Gara-gara kesalahan tersebut, Nabi Adam dilemparkan ke dunia dan tidak lagi menjadi penghuni surga.
Nabi Adam menyesal sekali telah melakukan kesalahan fatal di surga. Dia pun memohon kepada Allah. Berikut doa yang selalu dipanjatkan Nabi Adam kepada Allah.
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Artinya
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Selain itu, ada juga doa Nabi Adam untuk tujuan apa yang menjadi keinginannya dapat dikabulkan Tuhan. Termasuk hajat agar mendapat kemurahan dalam hal rezeki.
Doa ini sebaiknya dibaca setelah salat 5 waktu. Akan tetapi apabila memiliki hajat penting dan mendesak, dianjurkan untuk membacanya sebanyak 111x atau 313x. Dan lebih baik apabila memulainya dengan melaksanakan salat hajat terlebih dahulu.
Pada saat akan membaca doa ini, bisa diawali dengan pujian kepada Allah dan bersalawat kepada Rasululllah.
Berikut doa Nabi Adam pembuka pintu rezeki
اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي
Artinya:
“Ya Allah, sungguh Engkau maha mengetahui sesuatu yang tersembunyi dan tampak dariku, maka terimalah penyesalanku. Engkau juga maha mengetahui tentang hajatku, maka kabulkanlah permintaanku. Dan Engkau mengetahui apa yang ada dalam hatiku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku meyakini bahwa tidak akan menimpaku kecuali apa yang telah engkau tetapkan padaku. Dan ridhoilah aku terhadap apa yang Engkau tetapkan untukku.”