
Rachel Vennya menceritakan kisahnya diusir di sebuah Villa di Bali./TikTok Rachel Vennya
JawaPos.com-Aktris Tamara Tyasmara panen cibiran dari netizen gara-gara sikapnya yang dianggap tidak sedih setelah beberapa hari atas kematian Dante, anak Tamara-DJ Angger Dimas, meninggal dunia.
Selebgram Rachel Vennya memberikan pembelaan terhadap Tamara Tyasmara dari komentar-komentar tak sedap dari netizen. Perempuan berusia 28 tahun itu meminta netizen untuk berempati terhadap Tamara daripada berkomentar yang tidak sepantasnya.
Sebab, Tamara Tyasmara saat ini sedang sedih ditinggal Dante, anak yang sangat disayanginya pergi menghadap Sang Khaliq untuk selamanya. "Tolonglah sebagai sesama ibu, sebelum ngeluarin kata-kata yang nyakitin, coba berempati dulu. Dan jangan suudzon dulu," kata Rachel Vennya dalam video diunggah di TikTok.
Dia sama sekali tidak sependapat apabila sedih tidaknya orang hanya dilihat dari dia tersenyum atau mau melayani wawancara wartawan. Menurut Rachel Vennya, kesedihan seseorang tidak bisa dinilai hanya dari penampilan fisik saja.
"Kalian saja nggak tahu orang psikopat itu psikopat, dan kalian nggak tahu orang sedih itu sedih, kalian nggak tahu orang yang menangis meraung-raung apakah beneran sedih atau tidak. Nggak ada yang tahu hati manusia," tuturnya.
Sekalipun tidak terlihat sedih, bukan berarti orang tidak merasakan kesedihan. Apalagi dalam kasus Tamara Tyasmara, dia kehilangan putra yang sangat disayanginya. "Seorang ibu kehilangan anak pasti rasanya mungkin kayak lagi dikulitin, seperih itu. Kalau seandainya dia bukan orang tua gila, otomatis dia akan merasakan hal yang sakit melebihi apa pun di dunia ini. Kehilangan anak ya Allah, aku ngebayanginnya saja rasanya sudah berkaca-kaca," tuturnya.
Rachel Vennya beberapa kali menyatakan tidak pantas apabila menilai orang hanya dari raut muka. Karena terkadang apa yang tampil di muka tidak selamanya mencerminkan apa yang terasa di dalam hati.
"Menurut gue nggak pantas lo semua menghakimi ibunya berdasarkan pakar muka, raut muka. Kalau mau dibilang lalai, iya dia lalai, dan kita nggak bisa bilang, 'gue kalau jadi ibunya pasti gue mau lihat CCTV, kalau jadi ibunya gue nggak mau wawancara'. Banyak hal yang kita lakuin di dunia ini kita sesali, dan kita merasa bodoh banget," paparnya. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
